Beranda INFO POLRI Berhasil Sita Sampo Palsu Senilai Rp.4,7 Miliar, Polda Banten Tetapkan Tujuh Tersangka

Berhasil Sita Sampo Palsu Senilai Rp.4,7 Miliar, Polda Banten Tetapkan Tujuh Tersangka

Polda Banten mengungkap kasus tindak pidana perdagangan kosmetik palsu berupa shampo dan minyak rambut.
Radar BI | Polda Banten mengungkap kasus tindak pidana perdagangan kosmetik palsu berupa shampo dan minyak rambut berbagai merek terkenal pada hari Selasa, (28/12/2021) lalu.

Hal tersebut disampaikan Dirreskrimsus Polda Banten, Kombes. Pol. Dedi Supriyadi saat press conference. Bertempat di Polda Banten pada Jumat, (31/12/2021).

Dalam hal ini, Kabid Humas Polda Banten Kombes. Pol. Shinto Bina Gunawan Silitonga, S.I.K., M.Si., menyampaikan pengungkapan produksi dan peredaran shampo dan gel rambut palsu ini diawali adanya informasi dari masyarakat.

BACA JUGA  Kapolri: Pelaku Teror Seorang Wanita Bernama Zakiah Aini, Simpatisan ISIS
BACA JUGA  2 Tahun DPO, Pencurian 10 Ton Minyak Mentah Milik Pertamina Ditangkap Polisi

“Kemudian ditindaklanjuti dengan temuan shampo palsu di salah satu warung di Kecamatan Mauk pada Selasa (27/12/2021) lalu yang kemudian dikembangkan ke gudang produksi yang ada di Kecamatan Paku Haji, Tangerang pada Rabu (28/12/2021),” katanya.

Penyidik berhasil temukan gudang rumah produksinya, terdapat mesin produksi, bahan baku dan kemasan palsu di gudang tersebut. Dalam rangkaian penggeledahan, penyidik menemukan beragam merek terekenal seperti Gatsby, Sunsilk, Dove, Clear juga Head and Shoulder.

“Merek ini sering ditemukan di warung dan toko kecil, secara kasat mata sulit untuk dibedakan mana yang palsu dan asli,” jelas Kabid Humas.

BACA JUGA  Polda Banten Berhasil Ringkus 5 Tersangka Komplotan Residivis Spesialis Pecah Kaca Mobil
BACA JUGA  Perintahkan Terus Kejar, Kapolri: Negara Tidak Boleh Kalah Dengan KKB di Papua

Saat press conference, Kasubdit Indag Ditreskrimsus Polda Banten, Kompol Condro Sasongko memperlihatkan perbedaan produk shampo palsu dan asli kepada media.

“Rekatan antar sachet masih renggang, warna cairan lebih cerah komposisinya tidak kental serta wanginya lebih menyengat, bila digunakan dapat mengakibatkan iritasi kulit,” jelasnya.

Pada saat pengecekan gudang, Ia mengatakan bahwa penyidik menemukan fakta bahwa pemilik gudang tersebut tidak memiliki legalitas dan perijinan berusaha bahkan tidak memiliki kontrak kerjasama dengan perusahaan pemilik merek yaitu PT. Unilever.

BACA JUGA  Dirlantas Polda Aceh Beri Bantuan Rumah Layak Huni Untuk Warga Penyandang Disabilitas
BACA JUGA  Polda Banten Berhasil Bongkar Tambang Emas Ilegal di Gunung Liman

“Usaha ilegal ini berpindah-pindah, sudah 3 tahun beroperasi dengan omzet Rp.200 juta per bulan. Sehingga tidak heran bila pengelola gudang mampu menggaji karyawannya dengan Rp.15 juta per bulan,” jelasnya lebih lanjut.

Selain menyita jutaan sachet shampo dan gel rambut palsu, penyidik juga menyita alat produksi, bahan baku seperti soda api, alkohol 96%, lem, pewarna makanan dan bahan pengawet.

“Pelaku bahkan mengimport rol cetakan sachet dari Cina, sehingga kemasannya menjadi tampak seperti asli,” tegasnya.

BACA JUGA  Tsunami Covid-19 Mengganas di India, Cetak Rekor 400 Ribu Dalam Sehari
BACA JUGA  Memperingati Hari Pahlawan Nasional, Dandim 0117/Aceh Tamiang: Wujud Penghargaan Bangsa Indonesia Kepada Para Pahlawan

Pasca pemeriksaan tujuh saksi, penyidik menetapkan pemilik gudang, HL (berusia 28 tahun) sebagai tersangka.

Tersangka dijerat dengan persangkaan Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat (1) dan ayat (2) Undang – Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan sebagaimana telah diubah dengan Pasal 60 Undang – Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1 Miliar.

Selain itu, penyidik juga menerapkan persangkaan berlapis dengan Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf (f) atau Pasal 9 ayat (1) huruf d Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak 2 miliar.

BACA JUGA  Kabid Humas Polda Banten Sampaikan Aturan Lengkap PPKM Darurat
BACA JUGA  Tewaskan Satu Warga, Polda Banten Pastikan Ledakan di Pandeglang Bukan Terorisme

Sumber: Divisi Humas Polri.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaUsut Dugaan Ujaran Kebencian oleh Bahar bin Smith, Polisi Periksa 34 Saksi
Artikel berikutnyaPolda Metro Jaya Bubarkan Kerumunan Wisata Kuliner di Food Street Pantai Indah Kapuk