Senin, Mei 20, 2024
No menu items!

Jokowi: Penggunaan Produk Dalam Negeri Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Must Read

Jakarta, Radar BI | Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan seluruh jajarannya baik di tingkat kementerian/lembaga, pemerintah daerah, maupun BUMN/BUMD untuk terus meningkatkan penggunaan produk dalam negeri dalam pengadaan barang dan jasanya.

Menurut Presiden Jokowi, hal tersebut akan berdampak pada terdongkraknya produk dalam negeri untuk pertumbuhan ekonomi nasional.

BACA JUGA  Dampak Radiasi Listrik Tegangan Tinggi Terhadap Kesehatan Manusia

“Saya sudah berbicara mengenai penggunaan produk dalam negeri ini yang keempat, saya hadir terus. Kenapa saya hadir? Karena saya melihat ini sangat strategis dalam rangka mendongkrak pertumbuhan ekonomi kita,” ujar Presiden Jokowi dalam sambutannya saat membuka acara Business Matching Produk Dalam Negeri Tahun 2023 di Istora Senayan, Jakarta, pada hari Rabu, (15/03/2023).

Presiden Jokowi membuka acara Business Matching Produk Dalam Negeri Tahun 2023 di Istora Senayan, Jakarta, pada hari Rabu, (15/03/2023).
Presiden Jokowi membuka acara Business Matching Produk Dalam Negeri Tahun 2023 di Istora Senayan, Jakarta, pada hari Rabu, (15/03/2023).

Presiden Jokowi juga mengingatkan jajarannya agar tidak mempergunakan anggaran dalam APBN untuk berbelanja produk impor. Menurutnya, pendapatan negara dalam APBN dikumpulkan dengan tidak mudah dari berbagai sumber, mulai dari pajak, dividen, royalti, hingga penerimaan negara bukan pajak.

BACA JUGA  Jalur Ciawi Menuju Puncak Bogor Macet Parah, Pengendara Terjebak Selama 12 Jam di Jalan

“(APBN) dikumpulkan dengan sangat sulit, tidak mudah, sehingga terkumpul pendapatan negara itu. Kemudian kita belikan produk impor, kemudian kita belikan produk buatan luar negeri, benar? Benar? Benar? Inilah yang selalu saya ingatkan.

Saya awal-awal itu kaget, saya buka, banyak sekali pembelian produk-produk impor kita. Padahal, sumbernya pembelian itu uang APBN. Inilah yang ingin kita luruskan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kepala Negara menyampaikan bahwa saat ini sudah jauh lebih banyak produk dalam negeri yang masuk ke e-katalog.

BACA JUGA  Wagub Musa Rajekshah Apresiasi Program Mekaar PT PNM Bantu Turunkan Kemiskinan di Sumut

Presiden Jokowi pun berpesan agar produk-produk dalam negeri yang telah masuk e-katalog tersebut tidak hanya dilihat saja, melainkan turut dibeli oleh kementerian/lembaga, pemerintah daerah, hingga BUMN dan BUMD.

Saya hanya titip, kalau sudah masuk barang-barang produk dalam negeri kita ke e-katalog, jangan dibiarkan hanya masuk saja, tapi dibeli.

Presiden Jokowi membuka acara Business Matching Produk Dalam Negeri Tahun 2023 di Istora Senayan, Jakarta, pada hari Rabu, (15/03/2023).
Presiden Jokowi membuka acara Business Matching Produk Dalam Negeri Tahun 2023 di Istora Senayan, Jakarta, pada hari Rabu, (15/03/2023).

Kementerian/lembaga, BUMN, BUMD, provinsi, kota, kabupaten, semuanya tengok itu e-katalog, beli. Percuma kita meng-collect untuk dimasukkan ke e-katalog (kalau) hanya ditonton, tidak dibeli, untuk apa?, ungkapnya.

BACA JUGA  Tingkatkan Produksi Kedelai, Pemerintah Izinkan Impor Bibit Rekayasa Genetik

Pemerintah sendiri menargetkan 95 persen dari pagu anggaran pengadaan barang dan jasa dibelikan produk-produk dalam negeri. Presiden meyakini, jika hal tersebut bisa dilakukan, maka industri dan UMKM dalam negeri akan hidup dan berkembang.

“Enggak usah jauh-jauh cari investor kalau ini bisa berjalan. Investor itu bagus juga sebagai bonus, tapi di dalam kita sendiri dengan kita membeli produk-produk dalam negeri, otomatis pertumbuhan ekonomi kita akan naik, kemudian juga barang-barang produksi kita sendiri juga bisa kita gunakan,” tandasnya.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam acara tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Hendrar Prihadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Wakil Menteri Pertahanan Muhammad Herindra, dan Pj. Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.

BACA JUGA  Spanduk Erianto Mahmuda Partai Golkar Diduga Dirusak oleh OTK

Sumber: BPMI Setpres.

Iklan

Latest News

Pasca Bencana Banjir Bandang di Sumbar, Wagub: Tagana Garda Terdepan Kemensos dalam Membantu Korban Bencana

Batusangkar, Radar BI | Kondisi bebatuan sekitar Marapi yang rapuh, kelerengan yang terjal dan curah hujan tinggi membuat daerah...

Artikel Lain Yang Anda Suka