Senin, April 15, 2024
No menu items!

Kisah Riyan Alami Patah Tulang Terinjak Supporter

Must Read
Jatim, Radar BI | Riyan Dwi Cahyo alami patah tulang, warga Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur (Jatim), menjadi salah satu korban selamat dalam tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Provinsi Jawa Timur, pada hari Sabtu (1/10/2022).

Di tengah kepanikan dan hujan gas air mata yang ditembakkan polisi, Riyan terjatuh saat mencoba keluar dari stadion. Setelah jatuh, saya terinjak-injak supporter lain, sampai saya mengalami patah tulang. Saat itu, saya berada di tribun timur, kata Riyan.

Untungnya, Riyan yang dalam kondisi sesak napas akibat menghirup gas air mata berhasil dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Waktu itu sebenarnya saya bersama teman perempuan namun dia tidak tahu di mana keberadaannya hingga pasca terjatuh dan terinjak-injak, ungkapnya.

BACA JUGA  Persikasi Bekasi Sukses Boyong Piala Soeratin U-17

Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan, Dr Bobby Prabowo mengungkapkan penyebab yang dialami kebanyakan korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.

Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan mengatakan, rata-rata korban yang dievakuasi ke RSUD Kanjuruhan mengalami sesak napas, trauma, dan luka akibat terinjak-injak. Mungkin karena kekurangan oksigen karena terlalu banyaknya orang yang ada di situ, dan juga mungkin terdampak karena asap. Itu semua kompilasi yang memperberat kondisi, kata Dr Bobby Prabowo, Minggu (2/10/2022).

Akan tetapi, Bobby menyarankan agar dilakukan kajian mendalam untuk mengetahui penyebab utama meninggalnya para korban tersebut. Itu kompilasi. Jadi gangguan pernapasan akibat asap, kemudian juga terinjak-injak, kurangnya oksigen, jadi satu. Ini yang nanti kita buktikan di dalam pemeriksaan.

BACA JUGA  Seorang Mahasiswa Selundupkan Ganja Dalam Kemasan Kopi Ditangkap Polisi

Saat ini pihak kepolisian tengah melakukan uji forensik untuk mengetahui penyebab tewasnya para korban. Nanti kalau sampai kajian-kajian ada tim nya sendiri, kita (pihak RSUD) hanya memberikan data-data dari hasil pemeriksaan korban di rumah sakit kami, pungkasnya.

Sebelumnya, 125 orang dinyatakan meninggal dunia akibat kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022).

Kericuhan terjadi usai laga lanjutan Liga 1 antara Arema vs Persebaya yang dimenangkan oleh tim tamu dengan skor 2-3. Kecewa dengan kekalahan tim kesayangannya, sejumlah pendukung Arema merangsek masuk ke dalam lapangan pertandingan. Melihat kondisi tersebut, aparat keamanan yang terdiri dari TNI dan Polri mencoba mengamankan situasi.

BACA JUGA  Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia di RS Abdi Waluyo

Selain melakukan pemukulan terhadap sejumlah suporter, berdasarkan video kericuhan yang beredar di media sosial, polisi pun tampak menembakkan gas air mata, termasuk ke arah tribun yang dipadati oleh pendukung Arema.

Dalam kondisi panik, para supporter berusaha menyelamatkan diri dengan mencoba keluar dari stadion. Namun, banyaknya orang yang mencoba keluar di tengah merebaknya gas air mata di dalam stadion membuat banyak korban berjatuhan akibat sesak napas, terjatuh, serta terinjak-injak

Sumber: Kompas

Iklan

Latest News

Brimob Polri dan TNI AL Bentrok di Pelabuhan Sorong, 5 Personil Terluka

Radar Berita Indonesia | Bentrokan terjadi antara Brimob Polri dengan prajurit TNI Angkatan Laut (AL) di Pelabuhan Sorong, Papua...

Artikel Lain Yang Anda Suka