Kamis, Juli 18, 2024
No menu items!

Misteri Kematian Pelajar SMK Gantung Diri di Pekalongan, Kenakan Seragam Siswi SMP dan Hijab

Must Read

Jateng, Radar BI | Seorang siswa SMK di Kabupaten Pekalongan, nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di pintu kamarnya.

Saat ditemukan, siswa SMK gantung diri mengenakan seragam siswi SMP lengkap dengan hijabnya.

Jasad korban yang berinisial M (berusia 16 tahun) ini pertama kali ditemukan oleh kakaknya, inisial E, yang juga satu sekolah dengan korban. Saat itu E berniat mengambil sarung untuk salat subuh di kamar adiknya.

BACA JUGA  Aktor Sekaligus Musisi AP Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba

Nah pertama kok sulit dibuka pintunya,” terang E saat ditemui di rumah duka, pada hari Rabu (13/09/2023).

Rupanya, pintu itu sulit dibuka karena tertahan tubuh adiknya yang menggantung. Saat berhasil membuka pintu, E terkejut melihat adiknya sudah tewas dalam kondisi menggantung.

Dia juga lebih terkejut melihat pakaian yang digunakan oleh korban. Sebab korban menggunakan seragam siswi SMP lengkap dengan hijabnya.

“Seragam itu entah dari mana didapat. Saya juga bingung. Di rumah ini tidak ada anak perempuan yang masih sekolah, adanya bayi,” kata E.

BACA JUGA  Kakorlantas Polri Tambah Pos Penyekatan Peniadaan Mudik Jadi 381 Titik

Dia mengaku tidak tahu motif adiknya sehingga mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Sebab adiknya tidak pernah bercerita tentang masalahnya.

“Anaknya pendiam. Memang terakhir ini kerap melamun. Tidak tahu masalahnya apa,” ucapnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Pekalongan, AKP Isnovim, pada detikJateng, Rabu Siang (13/09/2023), menjelaskan pihaknya bersama Polsek Kedungwuni telah melakukan olah kejadian perkara dan pemeriksaan luar pada diri korban bunuh diri.

BACA JUGA  Polda Sumut Gagalkan Peredaran 10 Kg Sabu di Kota Tebing Tinggi

“Dari olah TKP oleh Tim lnafis, dinyatakan murni bunuh diri. Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Demikian juga hasil pemeriksaan medis puskesmas,” kata Isnovim.

Pihak keluarga pun, menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi.

Adapun jenazah korban saat ini sudah dimakamkan di permakaman desa setempat.

Iklan

Latest News

Sejarah Awal Mula dan Perkembangan RT/RW di Indonesia, Benarkah Warisan Jepang?

Radar Berita Indonesia | Masa penjajahan Jepang (1942-1945), pada masa pendudukan Jepang di Indonesia, pemerintah militer Jepang membentuk tonarigumi...

Artikel Lain Yang Anda Suka