Selasa, Juli 16, 2024
No menu items!

Pertamina Bakal Hapus BBM Pertalite Mulai 2024

Must Read
Jakarta, Radar BI | Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan akan mengganti pertalite, produk bahan bakar mesin (BBM) RON 90, jadi BBM RON 92 mulai tahun depan.

Dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR, Nicke mengatakan pertalite yang RON-nya dinaikkan akan berganti menjadi Pertamax Green 92. Ini adalah campuran antara RON 90 (pertalite) dengan 7 persen bioetanol (E7).

Namun, Pertamina memohon bantuan pemerintah dengan membebaskan bea masuk untuk etanol. Pasalnya, perseroan membutuhkan 7 persen etanol untuk mencampur Pertalite menjadi Pertamax Green 92, dan 8 persen etanol untuk dicampur dengan Pertamax menjadi Pertamax Green 95.

BACA JUGA  Polisi Tangkap Menteri Penerima Zakat Ormas Khilafatul Muslimin di Lampung

“Oleh karena itu, 2024 mohon dukungan kami akan keluarkan lagi Pertamax Green 92. Sebetulnya ini pertalite kita campur dengan etanol, naik oktannya dari 90 ke 92,” ujarnya, pada hari Rabu (30/8/2023).

Menurut Nicke, penghapusan ini juga sesuai dengan aturan yang dirilis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dengan produk BBM yang bisa dijual di Indonesia minimal RON 91, sementara pertalite masih RON 90.

“BBM subsidi kita naikkan dari RON 90 ke RON 92, karena aturan KLHK oktan number yang boleh dijual di Indonesia minimum 91,” jelasnya.

Tak hanya itu, Pertamina juga akan merilis Pertamax Green 95 pada tahun depan. Ini adalah campuran antara pertamax dengan 8 persen etanol.

BACA JUGA  Dinilai Gagal Tekan Inflasi di Daerah, Situasi Kantor Pemerintah Intan Jaya Tidak Ada Aktifitas

Lebih lanjut, Nicke juga menekankan dengan peluncuran dua produk baru ini, maka mulai tahun depan produk BBM Pertamina hanya tinggal tiga jenis. Satu lagi yakni Pertamax Turbo.

Hal ini dinilai sangat bagus karena sejalan dengan komitmen Pertamina membantu pemerintah menurunkan emisi karbon dan subsidi energi.

“Jadi ini sudah sangat pas, satu, aspek lingkungan bisa turunkan karbon emisi. Kedua, mandatory bioetanol bisa kita penuhi. Ketiga, kita menurunkan impor gasoline,” pungkas Nicke.

Iklan

Latest News

Sejarah Awal Mula dan Perkembangan RT/RW di Indonesia, Benarkah Warisan Jepang?

Radar Berita Indonesia | Masa penjajahan Jepang (1942-1945), pada masa pendudukan Jepang di Indonesia, pemerintah militer Jepang membentuk tonarigumi...

Artikel Lain Yang Anda Suka