Rabu, Juli 24, 2024
No menu items!

Perubahan Status Mushalla Al Multazam ke Masjid, Zulhardi Z Latif: Diupayakan Secepatnya Dilakukan

Must Read
Padang, Radar BI | Anggota DPRD Kota Padang Zulhardi. Z. Latif, Sh, MM mengatakan, perubahan status Mushalla menjadi Masjid harus memenuhi persyaratan berdasarkan Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama (PBM) Nomor 8 dan 9 tahun 2006 tentang pendirian rumah ibadah.

Kemenag kota Padang bertugas dalam pembinaan masjid, termasuk diantaranya perubahan status mushalla menjadi masjid yang harus menjalani berbagai tahapan. Yakni dengan mengajukan surat permohonan alih status mushalla menjadi masjid kepada Kemenag Kota Padang secara tertulis serta melampirkan fotocopy status kepemilikan lahan bagi tanah wakaf.

BACA JUGA  Rekrutmen Polri TA 2021, Wakapolda Bali: Jangan Coba-coba Melakukan Kecurangan

“Termasuk melampirkan akta ikrar wakaf, bagi yang hibah surat dari pemerintah daerah, melampirkan fotocopy KTP 90 lembar penduduk yang berdomisili di wilayah mushalla tersebut,” ujarnya saat di wawancara Radar Berita Indonesia terkait persyaratan pengajuan perubahan status Mushalla Al Multazam ke Masjid komplek Anai Lestari dan Graha Kuranji Asri, Kota Padang, pada hari Rabu (22/3/2023) Siang.

Zulhardi. Z. Latif melanjutkan, pengurusan perubahan status mushalla ke masjid tidak hanya melibatkan RT setempat tetapi juga pada beberapa aparatur RT lainnya di sekitar wilayah tersebut, serta melampirkan dokumen pernyataan kewajiban melaksanakan sholat Jum’at dengan jumlah jamaahnya 40 sampai dengan 50 orang sesuai syarat dan ketentuan dalam pelaksananaan sholat Jum’at.

“Juga harus diketahui oleh Lurah, melampirkan surat pernyataan persetujuan perubahan status oleh imam masjid disekitar, mengantongi rasdhul kiblat yang dilaksanakan oleh Kemenag yang dilengkapi foto mushalla nya,” tuturnya.

BACA JUGA  Resmikan Jalan Bypass Balige, Kapolda Dampingi Kunker Presiden RI di Sumatera Utara

Sementara itu, Zulhardi Z Latif mengatakan, posisi strategis majlis taklim yang berdiri sejajar dengan lembaga pendidikan lainnya seperti sekolah, madrasah atau pesantren menempatkan dirinya mengakar di masyarakat sehingga peranannya sebagai sarana pembinaan umat.

Keberadaan majelis ta’lim Mushalla Al Multazam sebagai lembaga pendidikan non formal mengajak dan membentuk orang-orang untuk memiliki karakter beriman. Melalui ilmu agama yang diajarkan oleh para mu’allim, maka jamaah dapat memperoleh pengetahuan tentang keimanan, sehingga mereka memiliki karakter beriman.

Pendidikan keimanan yang diberikan kepada jamaah seperti percaya kepada Allah, Malaikat, Rasul dan Kitab-Nya, Hari Akhir dan Takdir membuat manusia berusaha untuk selalu menjaga sikap dan tindakan yang akan diperbuatnya.

BACA JUGA  Peringati HUT Bhayangkara ke 76, Polsek Sako Palembang Bentuk Program Kampung Lantas

Manusia akan selalu menjalani kehidupan di jalan yang diridhoi dan lurus, bukan di jalan yang dibenci tercela. Karakter beriman tentu dapat mencegah manusia untuk melakukan tindakan yang dilarang Allah SWT.

Ibu-ibu Majlis Taklim harus lebih berperan di masyarakat dalam pembentukan moral umat sehingga tercipta masyarakat yang selalu melakukan tindakan positif dan bermanfaat. Karena melalui para ibu akan melahirkan generasi yang tangguh dalam mencerdaskan kehidupan umat.

Peranan ibu dalam berpartisipasi untuk pembangunan sangat penting karena hal tersebut merupakan tindakan nyata. Melalui Majlis Taklim, kita semua dapat berkumpul menyatukan pikiran dalam memupuk rasa persatuan dan kesatuan untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat, tandasnya.

BACA JUGA  Jokowi Turut Berdukacita Atas Meninggal Dunia Eril Putra Gubernur Jabar Ridwan Kamil

Orang-orang yang belajar di majlis taklim tentu akan mendapatkan ilmu-ilmu yang diperlukan, baik ilmu dunia maupun ilmu akhirat. Ilmu yang diajarkan di majlis taklim dapat menjembatani jamaah terhadap hal-hal baru yang belum diketahuinya.

Pengetahuan yang diperoleh akan menumbuhkan wawasan yang lebih mendalam sekaligus membantu jamaah untuk memutuskan suatu hal dengan lebih bijak dan terhindar dari hal-hal yang dapat merugikan dirinya. Ilmu dapat menghindarkan manusia dari kegelapan dan membawa kepada hal yang terang.

Maka tidak dipungkiri lagi jika keberadaan majlis taklim bertujuan mengajak dan membentuk orang-orang untuk memiliki karakter berilmu. Dengan berilmu manusia dapat mengetahui banyak hal. Berdasarkan ilmu manusia dapat melakukan suatu pekerjaan dengan benar dan berhasil, imbuhnya.

BACA JUGA  Deswandi Bajadi Menjadi Harapan Baru Masyarakat Padang

Orang yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain baik manfaat tenaga, pikiran, maupun perasaan tentu menjadi pribadi yang menawan. Dengan memberikan manfaat pada orang lain terutama dengan cara tolong menolong seorang muslim telah menjalankan perintah Allah agar kita saling bertolong menolong dalam perbuatan baik dan takwa, harapnya. (DP).

Iklan

Latest News

Hendri Septa Ajak Kaum Muslim Sambut Muharram 1446 H dengan Peningkatan Takwa dan Keimanan

Lubeg, Radar Berita Indonesia | Bakal calon Wali Kota Padang H. Hendri Septa, B.Bus., MIB,. Datuak Alam Batuah sangat mengapresiasi...

Artikel Lain Yang Anda Suka