Polisi Salurkan Bansos 150 Paket Sembako kepada Sopir Angkot hingga Tukang Becak

142
Sebanyak 150 paket sembako dibagikan kepada sopir angkutan umum (angkot), pengemudi ojek daring (ojol) dan tukang becak.
Sebanyak 150 paket sembako dibagikan kepada sopir angkutan umum (angkot), pengemudi ojek daring (ojol) dan tukang becak.
Jabar, Radar BI | Jajaran Polres Metro Tangerang Kota memberikan bantuan sosial (Bansos) kepada kelompok masyarakat yang terdampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Sebanyak 150 paket sembako dibagikan kepada sopir angkutan umum (angkot), pengemudi ojek daring (ojol) dan tukang becak.

“Semoga bantuan sembako ini bisa meringankan beban masyarakat pasca-penyesuaian harga BBM yang ditetapkan oleh pemerintah pada 3 September lalu,” ujar Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, Rabu (7/9/2022) malam.

Bantuan sosial (Bansos) sembako diberikan di beberapa lokasi, antara lain di depan Masjid Agung Al-Itihad dan Stasiun Kereta Api Pasar Anyar, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang. Kami berharap masyarakat dapat menjaga situasi keamanan dan ketertiban khususnya di Kota Tangerang,” katanya.

BACA JUGA  Masa PPKM Darurat, Polda Sumut Distribusikan 5.000 Paket Bansos Untuk Warga
Bantuan sosial (Bansos) sembako
Bantuan sosial (Bansos) sembako.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo mengumumkan kenaikan harga BBM mulai dari Pertalite, Solar, dan Pertamax. Harga terbaru BBM bersubsidi dan non-subsidi itu mulai berlaku pada Sabtu (3/9/2022) pukul 14.30 WIB.

Harga Pertalite naik dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter. Solar subsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter, dan Pertamax dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter.

BACA JUGA  Firli Bahuri Tekan Surat Penangkapan Harun Masiku

Pemerintah terpaksa menaikkan harga BBM agar tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2023.

“Saat ini pemerintah membuat keputusan dalam situasi yang sulit. Ini adalah pilihan terakhir pemerintah yaitu mengalihkan subsidi BBM sehingga harga beberapa jenis BBM akan mengalami penyesuaian,” ujar Presiden Jokowi dalam jumpa pers di Istana Merdeka, Sabtu (3/9/2022).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan bahwa jika harga BBM bersubsidi tidak naik, beban APBN tahun depan semakin berat. Hal ini ia sampaikan dalam Sidang Paripurna Tanggapan Pemerintah terhadap Pemandangan Umum Fraksi atas Rancangan Undang-Undang tentang APBN 2023 Beserta Nota Keuangannya, Selasa (30/8/2022), di Jakarta.

BACA JUGA  Polda Jatim Berhasil Bongkar Pembuat dan Pengedar Website Palsu Mencairkan Dana PUA Warga AS

”Dengan pertimbangan tren harga minyak dunia, kurs rupiah, serta konsumsi pertalite dan biosolar yang melebihi kuota, jika harga BBM bersubsidi dipertahankan, jumlah subsidi dan kompensasi diperkirakan mencapai Rp 698 triliun hingga akhir tahun. Hal ini menjadi tambahan belanja RAPBN 2023,” kata Sri Mulyani.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini