Rabu, April 17, 2024
No menu items!

Polresta Banyuwangi Berhasil Ungkap Peredaran Uang Palsu Senilai Rp. 3,8 Miliar

Must Read
Surabaya – Polresta Banyuwangi didukung Direktorat Reserse Kriminal Khusus, (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur, pada tanggal 16 September 2021. Berhasil mengungkap peredaran uang palsu di wilayah Banyuwangi, serta rumah produksi senilai Rp. 3,8 Milyar.

Atas peristiwa ini, Polda Jawa Timur bersama Polresta Banyuwangi, berhasil menangkap 5 (lima) orang tersangka, ASP, (berusia 63 tahun) warga Dusun Sugian, Desa Sugian, Kecamatan Kabupaten Lombok, AAP alias Gus Ali, (berusia 44 tahun) warga Dusun Kepel, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, AUW, (berusia 57 tahun) warga Dusun Mojosari, Desa Mojotengah, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang.

Selain itu, AS, (berusia 37 tahun) warga Dusun Jemblok, Desa Sumo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang dan JS, (berusia 56 tahun) warga Jalan Mulawarman, Desa Pangeran, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan.

BACA JUGA  Tiga Daerah di Papua Rawan Gangguan KKB, Begini Saran Kapolda
BACA JUGA  Sandi Akan Gaet Demokrat dan PKS Kalau Ganjar-Anies Jadi di Pilpres 2024

Kabid Humas Polda Jatim Kombes. Pol. Gatot Repli Handoko menjelaskan, Polresta Banyuwangi berhasil mengungkap peredaran dan pembuatan uang palsu. Para tersangka dibekuk di rest area pom bensin Kalibaru, Dusun Krajan Tegal Pakis, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi.

“Pengungkapan ini setelah adanya informasi dari masyarakat, bahwa ada mata uang pecahan Rp. 100 ribu, yang diedarkan di pom bensin tersebut,” jelas Kabid Humas Polda Jatim, Kamis (7/10/2021) pagi.

Dari pengungkapan ini berhasil diamankan uang pecahan Rp. 100 ribuan sebanyak Rp. 37. 371 lembar dengan nilai Rp. 3,8 Milyar lebih. Para tersangka ini membuat sendiri dengan menggunakan mesin yang mereka siapkan.

BACA JUGA  Keluar dari Panti Rehabilitasi Narkoba, Anggota DPR Papua Thomas Sendagau Jarang Masuk Kantor
BACA JUGA  Polda Lampung Ringkus 4 Tersangka Pengedar Narkoba Jaringan Lintas Provinsi

“Uang palsu ini diproduksi di Bojonegoro, yang diedarkan di wilayah jawa timur, seperti di Banyuwangi dan Mojokerto,” sambungnya.

Sedangkan tersangka yang bertugas untuk mengedarkan uang palsu ini yakni, tersangka ASP alias Pak So, AAP, alias Gus Ali dan AUW, alias Gus Mad.

“Sementara sebagai pemodal yakni tersangka AS, yang mempekerjakan tersangka JS, sebagai pencetak uang,” sebutnya.

BACA JUGA  Deretan Kasus KDRT yang Dialami Perempuan Indonesia
BACA JUGA  Posting Jalan Rusak di Facebook, Seorang Warga di Cilegon Dituntut Minta Maaf

Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi, AKBP. Nasrun Pasaribu, mengungkapkan, bahwa Tim Resmob dari Sat Reskrim Polresta Banyuwangi, pada tanggal 16 September 2021, pertama menangkap tersangka ASP alias Pak So, di rest area pom bensin Kalibaru, banyuwangi dengan barang bukti uang pecahan Rp. 100 ribu, sebanyak 71 lembar.

“Dari pengakuan tersangka ASP, bahwa dia mendapatkan uang itu dari tersangka AAP yang berasal dari Nganjuk,” kata Kapolresta Banyuwangi, AKBP Nasrun Pasaribu.

Pada tanggal 28 September 2021, sekira pukul 16.00 WIB. Mengamankan tersangka AAP, dan anggota melakukan penggeledahan di rumahnya yang ditemukan dua tas ransel berisi upal senila 1 Juta.

BACA JUGA  Polisi Gerebek Home Industri Pembuatan Senpi Rakitan di Palembang
BACA JUGA  Upaya Penangkapan Anak Kiai, MSAT DPO Tersangka Pencabulan Santri di Pondok Pesantren Jombang

“Pengakuan tersangka AAP, bahwa upal itu ia dapat dari tersangka lain yakni, AUW yang ada di Mojokerto,” tambahnya.

Sedangkan pada tanggal 29 September 2021, sekira pukul 01.0 WIB. Berhasil mengamankan tersangka AUW, dengan mengamankan barang bukti 300 lembar pecahan Rp. 300 dengan nilai Rp. 30 juta.

“Kita peroleh keterangan kembali, bahwa upal tersebut dia dapat dari seseorang inisial AS, dan akhirnya tim berhasil menangkap dua tersangka lain yakni JS,” pungkasnya.

BACA JUGA  Polisi Gerebek Home Industri Pembuatan Senpi Rakitan di Palembang
BACA JUGA  Tiga Daerah di Papua Rawan Gangguan KKB, Begini Saran Kapolda

Para pelaku ini sudah menjalankan aksinya mulai 10 bulan terakhir, sampai saat ini anggota masih terus melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Dari pengungkapan ini, polisi berhasil mengamankan beberapa barang bukti diantaranya, uang pecahan Rp 100 ribu sebanyak Rp 37.371 ribu dengan nilai Rp 3,8 milyar, satu unit laptop, printer, tinta warna merah, alat untuk mencetak uang serta alat potong kertas.

Sedangkan kepada kelima tersangka akan dikenakan Pasal 36 Ayat (2) Juncto Pasal 26 Ayat (2) atau Pasal 36 Ayat (3) Juncto Pasal 26 Ayat (3) Undang Undang RI Nomor 7 Tahun 2011, tentang mata uang, dengan ancaman pidana 10 tahun penjara atau denda 10 milyar. (Aji)

Iklan

Latest News

Brimob Polri dan TNI AL Bentrok di Pelabuhan Sorong, 5 Personil Terluka

Radar Berita Indonesia | Bentrokan terjadi antara Brimob Polri dengan prajurit TNI Angkatan Laut (AL) di Pelabuhan Sorong, Papua...

Artikel Lain Yang Anda Suka