Selasa, April 16, 2024
No menu items!

Purnawirawan Jenderal Kompak Bersuara Indonesia Jangan Beli Pesawat Bekas

Must Read
Jakarta, Radar BI | Pembelian pesawat bekas oleh Kementerian Pertahanan mendapat kritik keras. Kritik ini disampaikan sejumlah purnawirawan TNI/Polri di hadapan bakal calon presiden 2024 dari PDIP, Ganjar Pranowo dalam acara Ngopi Bareng Ganjar di Hotel Mercure Ancol.

Para purnawirawan jenderal itu mengkritik habis-habisan kebijakan pemerintah, dalam hal ini Kementrian Pertahanan RI terkait dengan pembelian pesawat bekas yang justru dinilai akan merugikan Indonesia.

“Sekarang kenceng sekali berita kita beli pesawat bekas. Pesawat yang terbang tahun 2009. Kita dihibahkan saja kita tolak. Kok sekarang kita beli, harganya sama dengan pesawat baru lagi,” kata Marsekal Madya TNI (Purn) Dede Rusamsi.

BACA JUGA  Diduga Oknum BPN Banyuwangi Sarang Mafia Tanah

Mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) itu menegaskan, Indonesia memiliki pengalaman tidak baik saat pembelian pesawat bekas. Menurutnya, pesawat bekas bagai peti mati terbang.

“Di sini banyak senior saya yang lolos dari peti mati itu. Tapi ada juga yang tidak lolos. Salah satunya Marsekal Muda Jeffry ini, beliau loncat dari pesawat bekas karena engine mati,” tegasnya.

Untuk itu, ia mengusulkan kepada Ganjar agar selektif dalam pembelian alutsista. Ia juga meminta Ganjar meningkatkan kemandirian terhadap industri alutsista tanah air.

BACA JUGA  Satu Orang Tewas, Polisi Tangkap 3 Pelaku Pembacokan Dalam Aksi Tawuran di Cipondoh

“Kemandirian kita untuk memproduksi alutsista harus ditingkatkan. Undang negara lain untuk kerjasama pembuatan agar transfer knowledge bisa dilakukan. Pesawat yang sudah ada sekarang kita pelihara dan harus ditingkatkan,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Laksamana Muda TNI (purn) Surya Wiranto. Ia juga mewanti-wanti Ganjar agar tidak membeli alutsista bekas.

“Ancaman musuh di depan mata, kita perlu penguatan pertahanan negara. Jangan kira dininabobokkan dengan pembelian alutsista bekas. Pesawat tempur bekas,” tegasnya.

BACA JUGA  Polda Jateng Tegaskan Komitmen Terkait Netralitas Dalam Pemilu Serentak 2024

Ia juga menceritakan pengalaman yang buruk terkait dengan pembelian alutsista bekas. Saat membeli kapal bekas dari Inggris dan Jerman, ia ditertawakan oleh tentara di sana.

“Kata mereka, kamu tidak akan bisa tiba di Indonesia. Karena kapal yang kita beli itu untuk operasi jangka pendek, sementara kita harus membawa pulang kapal bekas itu ke Indonesia dengan jangka waktu pelayaran dua bulan. Kita diejek itu Pak,” tegasnya.

Mendengar masukan-masukan itu, Ganjar juga sepakat bahwa pertahanan Indonesia harus ditingkatkan. Kemandirian Indonesia untuk memproduksi alutsista juga harus didorong agar mandiri.

BACA JUGA  Berikut Ini 14 Titik-titik Pos Penyekatan Pemudik di Jalur Selatan Jawa

“Negara kita harus kuat, maka alutsista dan kelengkapannya harus maksimal. Secara industri militer kita punya, itu kemandirian yang mesti kita kembangkan. Kita panggil anak-anak terbaik bangsa untuk menyelesaikan industri alutsista kita,” katanya.

Selain itu, Ganjar juga menekankan pentingnya meningkatkan pendapatan negara. Dengan pendapatan yang besar, maka sistem pertahanan negara akan kuat.

“Kita harus siap dengan perang baru masa depan. Menurut saya tidak hanya alutsista, tapi juga proxy, pertahanan digital dan bio sains. Kita harus siapkan, perguruan tinggi, industri dan lembaga riset harus kita siapkan dan kita dorong untuk itu,” tegasnya.

BACA JUGA  Putri Candrawathi Akhirnya Ditahan di Mabes Polri

Ganjar diundang oleh ratusan purnawirawan jenderal TNI dan Polri di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Minggu (30/7/2023). Mereka berdiskusi dan memberikan masukan kepada bacapres 2024 dari PDIP itu.

Sebanyak 273 purnawirawan TNI/Polri berkumpul dalam acara bertajuk Ngopi Bareng Ganjar itu. Hadir di antaranya mantan Kapolri yakni Jenderal Polisi (purn) Bimantoro, Jenderal Polisi (purn) Rusman Hadi dan Jenderal Polisi (purn) Da’i Bachtiar. Hadir pula mantan Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa.

Hadir juga sejumlah perwira tinggi TNI, di antaranya Laksamana TNI (purn) Bernard Kent Sondakh, Marsekal TNI (purn) Agus Supriatna, Laksamana Madya TNI (purn) Agus Setiadji, Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin dan ratusan jenderal TNI Polri lainnya.

Iklan

Latest News

Brimob Polri dan TNI AL Bentrok di Pelabuhan Sorong, 5 Personil Terluka

Radar Berita Indonesia | Bentrokan terjadi antara Brimob Polri dengan prajurit TNI Angkatan Laut (AL) di Pelabuhan Sorong, Papua...

Artikel Lain Yang Anda Suka