Beranda INFO POLRI Satgas Pangan: Jika Warga Temukan Penimbunan Minyak Goreng Silahkan Melapor

Satgas Pangan: Jika Warga Temukan Penimbunan Minyak Goreng Silahkan Melapor

Ilustrasi.
Radar BI, Jakarta | Wakasatgas Pangan terus melakukan pengecekan terhadap pendistribusian dan stok minyak goreng satu harga di pasaran dan diharapkan masyarakat yang menemukan adanya tindak penimbunan terhadap minyak goreng diminta untuk tak segan melapor.

Hal tersebut bertujuan untuk mengantisipasi kelangkaan minyak goreng satu harga di pasaran, khususnya minimarket di wilayah Jabodetabek.

“Silakan lapor ke Kepolisian setempat,” jelas Wakasatgas Pangan Brigjen. Pol. Whisnu Hermawan kepada awak media pada hari, Rabu (26/1/2022).

BACA JUGA  Kartel Kremasi Jenazah Rp.80 Juta, Polisi Duga Ada Yayasan Terlibat
BACA JUGA  Sepekan Keempat Bulan Maret, Polda Sumsel Berhasil Tangkap 48 Tersangka Narkoba

Brigjen. Pol. Whisnu Hermawan juga mengatakan bahwa Satgas Pangan telah melakukan monitoring terhadap para pengecer minyak goreng dan gula pasir. Hasilnya, dipastikan stok kedua bahan pangan tersebut aman untuk beberapa waktu kedepan.

“Ketersediaan di jaringan retail modern untuk dua minggu kedepan aman. Di retail modern khususnya yang berada di Pulau Jawa sudah mendapatkan distribusi sebanyak 10 karton,” jelas Wakasatgas Pangan.

Harga pasaran minyak goreng juga dipastikan tidak dijual diatas harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp.14 ribu per liternya. Kekosongan stok hingga antrian panjang berujung penimbunan juga nihil ditemukan sampai saat ini.

BACA JUGA  Siswi SMP di Tambora Mengaku Diperkosa Ayah Tiri sejak 2018, Korban Diancam Pelaku
BACA JUGA  Polri Pastikan Tidak Ada Anggota Terluka Saat Zakiah Aini Serang Mabes Polri

“Jika masyarakat menemukan dugaan pelanggaran tersebut maka bisa melaporkannya kepada kami,” terang Wakasatgas Pangan.

Diketahui, Pemerintah mulai menetapkan kebijakan harga untuk minyak goreng yakni Rp. 14 ribu per liternya mulai pada hari Rabu (19/1/2022) pukul 00.00 WIB di seluruh Indonesia.

Namun, khusus pasar tradisional diberikan waktu penyesuaian selambat-lambatnya satu minggu dari tanggal pemberlakuan.

Pemerintah memutuskan meningkatkan upaya penutupan selisih harga minyak goreng demi memenuhi kebutuhan rumah tangga, industri mikro, dan industri kecil.

BACA JUGA  Patroli Kapal Ditpolair Jambi Cegah Penyelundupan CPO Ilegal atau Minyak Goreng ke Luar Negeri
BACA JUGA  Sepanjang 2021, Satgas Pangan Polri Berhasil Tangani 50 Kasus Perkara

Selisih harga minyak goreng akan diberikan dukungan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) sebesar Rp7,6 triliun.

Sumber: Humas Polri.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaPelaku Begal Payudara di Sragen Ditangkap, Polisi Periksa Kejiwaan Tersangka
Artikel berikutnyaPolda Kalteng Berhasil Ungkap 17 Kasus Narkoba Dalam 1 Bulan, Kapolda Musnahkan Barang Bukti 1,9 Kg Sabu