BerandaRadar Berita IndonesiaPEMERINTAHProyek Air Mancur Pasar Raya Belum Capai Target, Komisi III DPRD Padang...

Proyek Air Mancur Pasar Raya Belum Capai Target, Komisi III DPRD Padang Turun ke Lapangan

spot_img
Radar Berita Indonesia – Komisi III DPRD Kota Padang menyoroti progres pengerjaan sejumlah proyek strategis Pemerintah Kota Padang tahun anggaran 2026, terutama penataan kawasan Air Mancur Pasar Raya yang dinilai masih sedikit di bawah target yang telah ditetapkan.

Sorotan penataan kawasan proyek air mancur pasar raya tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kota Padang, Helmi Moesim, saat melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah pekerjaan infrastruktur di kawasan Pasar Raya Padang.

Peninjauan kawasan air mancur itu dilakukan sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap pelaksanaan program pembangunan pemerintah daerah, khususnya proyek strategis yang berkaitan dengan infrastruktur dan kepentingan masyarakat.

Helmi mengatakan, evaluasi lapangan diperlukan untuk mengetahui perkembangan pekerjaan, mengidentifikasi kendala yang dihadapi pelaksana proyek, serta memastikan pembangunan berjalan sesuai dengan perencanaan dan target yang telah ditetapkan.

BACA JUGA  2 Tokoh Besar Berada Dibalik Nama Anies dan Cak Imin

“Kami anggota DPRD Kota Padang, khususnya Komisi III yang membidangi infrastruktur, mengevaluasi pekerjaan-pekerjaan yang dilaksanakan pada 2026, terutama program-program strategis,” kata Helmi saat meninjau lokasi pekerjaan.

Menurutnya, penataan kawasan Air Mancur Pasar Raya menjadi salah satu proyek strategis yang perlu mendapatkan perhatian serius. Proyek tersebut memiliki nilai anggaran lebih dari Rp9 miliar dan diharapkan mampu mendukung pembenahan kawasan pusat perdagangan Kota Padang.

Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, progres pengerjaan proyek Air Mancur Pasar Raya masih sedikit di bawah target yang ditetapkan. Kondisi tersebut menjadi catatan bagi Komisi III DPRD Kota Padang untuk terus memantau perkembangan pekerjaan hingga proyek dapat diselesaikan sesuai jadwal.

BACA JUGA  Survei Indikator: Simulasi “Head to Head”, Prabowo Unggul atas Ganjar dan Anies

Meski demikian, penilaian terhadap ketercapaian target penyelesaian proyek perlu mengacu pada jadwal kontrak, persentase progres yang telah diverifikasi, serta penjelasan dari pihak pelaksana dan instansi teknis terkait.

Tinjau Pembangunan Basement untuk Pedagang

Selain meninjau penataan kawasan Air Mancur Pasar Raya, Komisi III DPRD Kota Padang juga melihat perkembangan pembangunan area basement yang direncanakan sebagai lokasi berjualan bagi pedagang Pasar Raya.

Penyediaan area tersebut merupakan bagian dari upaya penataan aktivitas perdagangan di kawasan pasar. Fasilitas yang disiapkan di dalam kawasan pasar diharapkan dapat menjadi tempat bagi pedagang yang selama ini berjualan di luar area yang telah ditentukan.

Menurut Helmi, pembangunan sarana dan prasarana di area basement telah mencapai sekitar 96 persen. Ia berharap sisa pekerjaan dapat segera diselesaikan sehingga fasilitas tersebut bisa mencapai penyelesaian 100 persen dalam beberapa hari ke depan.

BACA JUGA  Gelar Bimtek Penyusunan LPPD, SPM, LKPJ dan Memori Sertijab Wali Kota

“Alhamdulillah, sarana dan prasarananya sudah 96 persen. Beberapa hari ke depan diharapkan bisa mencapai 100 persen,” ujarnya.

Capaian tersebut menjadi salah satu hal yang dicermati dalam peninjauan Komisi III DPRD Kota Padang. Penyelesaian fasilitas basement diharapkan tidak hanya berorientasi pada rampungnya pekerjaan fisik, tetapi juga memastikan lokasi tersebut siap digunakan dan mendukung kebutuhan pedagang.

Penataan tempat berjualan juga perlu disertai dengan pengaturan yang jelas, sehingga pemanfaatan fasilitas dapat berjalan tertib serta tidak mengganggu aktivitas perdagangan maupun akses pengunjung pasar.

Dengan tersedianya lokasi berjualan yang memadai, penataan Pasar Raya diharapkan dapat berlangsung lebih teratur. Namun, efektivitas pemanfaatan fasilitas tersebut nantinya tetap perlu dievaluasi berdasarkan kesiapan sarana, pengaturan penempatan pedagang, dan kondisi operasional di lapangan.

Drainase Induk Jadi Perhatian

Dalam peninjauan penataan kawasan air mancur tersebut, Helmi turut menyoroti persoalan drainase di kawasan Pasar Raya Padang. Menurutnya, kondisi saluran air menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan dalam pembenahan infrastruktur pasar, terutama untuk mengantisipasi genangan ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

BACA JUGA  KPU Sumbar Coret Nama Irman Gusman dari Daftar DPT Calon Anggota DPD RI

Ia menjelaskan, meskipun sejumlah ruas jalan di kawasan Pasar Raya tidak mengalami banjir, persoalan genangan masih ditemukan di bagian dalam pasar saat hujan deras.

Kondisi itu menunjukkan perlunya perhatian terhadap sistem drainase secara menyeluruh, tidak hanya pada ruas jalan di bagian luar, tetapi juga pada saluran air di dalam kawasan perdagangan.

Pembangunan drainase induk dinilai penting untuk mendukung kelancaran aliran air dan mengurangi risiko genangan yang berpotensi mengganggu aktivitas jual beli. Apabila persoalan tersebut tidak ditangani secara optimal, pedagang dan pengunjung pasar dapat menghadapi kendala ketika hujan turun.

Karena itu, penanganan drainase perlu menjadi bagian yang terintegrasi dengan program penataan kawasan Pasar Raya. Perencanaan dan pengerjaannya juga harus memperhatikan kondisi saluran yang sudah ada, arah aliran air, serta keterhubungan dengan jaringan drainase di sekitarnya.

BACA JUGA  Jokowi Cek Harga Bahan Pangan di Pasar Tenguyun Kota Tarakan

Bagi kawasan pasar yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, infrastruktur drainase tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan lingkungan, tetapi juga mendukung kelancaran kegiatan perdagangan sehari-hari.

Kelistrikan dan Pemasangan Material Jadi Kendala

Helmi menyebutkan, terdapat sejumlah kendala yang memengaruhi pelaksanaan beberapa bagian pekerjaan di kawasan Pasar Raya. Di antaranya persoalan kelistrikan serta material yang telah tiba di lokasi, tetapi belum dapat dipasang karena masih terkendala aktivitas di kawasan pasar.

Situasi tersebut menjadi perhatian dalam evaluasi lapangan karena kelancaran pelaksanaan proyek berkaitan dengan koordinasi pekerjaan, ketersediaan akses, dan pengaturan aktivitas di sekitar lokasi pembangunan.

Kawasan Pasar Raya yang tetap menjadi pusat kegiatan perdagangan membutuhkan pengaturan pekerjaan yang cermat agar pelaksanaan pembangunan dapat berjalan tanpa mengabaikan kepentingan pedagang dan pengunjung.

BACA JUGA  Granat Aktif Ditemukan di Kebun Kosong Jatisampurna, Polisi dan Gegana Bergerak Cepat

Material yang telah tersedia perlu segera dipasang setelah kendala teknis dan kondisi lapangan memungkinkan, sesuai dengan spesifikasi pekerjaan serta prosedur keselamatan yang berlaku.

Koordinasi antara pelaksana proyek, instansi teknis, dan pihak terkait juga diperlukan untuk mengantisipasi hambatan yang dapat memengaruhi jadwal penyelesaian.

Meski demikian, penyebab dan dampak setiap kendala terhadap jadwal proyek perlu dipastikan melalui keterangan pihak pelaksana maupun organisasi perangkat daerah yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut. Langkah ini penting agar evaluasi terhadap progres pembangunan didasarkan pada informasi yang terverifikasi.

Komisi III DPRD Padang Lanjutkan Pengawasan

Komisi III DPRD Kota Padang menegaskan pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan proyek strategis kawasan air mancur agar pembangunan berjalan sesuai perencanaan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

BACA JUGA  Cuaca Ekstrim di Bali, Polda Ingatkan Warga Waspada Banjir dan Tanah longsor

Peninjauan lapangan penataan kawasan air mancur menjadi salah satu bentuk pengawasan untuk melihat kondisi pekerjaan secara langsung, termasuk perkembangan fisik, kesiapan fasilitas, dan hambatan yang membutuhkan penyelesaian.

Bagi DPRD, proyek penataan Air Mancur Pasar Raya, pembangunan area basement, dan pembenahan drainase merupakan pekerjaan yang perlu dicermati karena berkaitan dengan penataan pusat perdagangan dan kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.

Penyelesaian proyek secara tepat waktu perlu diikuti dengan pemenuhan mutu pekerjaan, kesesuaian spesifikasi teknis, serta kesiapan fasilitas untuk digunakan. Dengan demikian, hasil pembangunan tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga berfungsi sesuai tujuan yang direncanakan.

Komisi III DPRD Kota Padang akan terus mengevaluasi pelaksanaan proyek strategis tersebut agar berbagai kendala dapat ditangani dan target pengerjaan dapat dicapai.

BACA JUGA  Jokowi Cek Harga Bahan Pangan di Pasar Tenguyun Kota Tarakan

Masyarakat pun berharap pembenahan kawasan Pasar Raya dapat memberikan dampak nyata, mulai dari penataan tempat berjualan yang lebih tertib hingga perbaikan sistem drainase untuk mengurangi genangan saat hujan deras.

Dengan pengawasan yang berkelanjutan dan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, pelaksana proyek, serta pihak terkait, pembangunan kawasan Pasar Raya diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan mendukung aktivitas perdagangan masyarakat Kota Padang. (*)

Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read