Radar Berita Indonesia – Tel Aviv | Otoritas Israel merilis data terbaru terkait dampak perang dengan Iran yang telah berlangsung sejak akhir Februari 2026. Dalam laporan resmi Kementerian Kesehatan Israel, disebutkan bahwa lebih dari 7.100 orang mengalami luka-luka akibat eskalasi konflik bersenjata antara kedua negara.
Berdasarkan pernyataan yang dilaporkan oleh Anadolu Agency pada Selasa (7/4/2026), jumlah korban luka tepatnya mencapai 7.142 orang sejak dimulainya serangan besar pada 28 Februari 2026. Konflik tersebut dipicu oleh operasi militer gabungan Israel dan Amerika Serikat yang menargetkan wilayah Teheran, Iran.
Perang antara Israel dan Iran telah menyebabkan ribuan korban luka di pihak Israel, sementara korban tewas tidak diungkap secara resmi oleh pemerintah.
Konflik dimulai pada 28 Februari 2026 dan masih berlangsung hingga awal April 2026.
Serangan terjadi di wilayah Israel, Iran, serta meluas ke kawasan Timur Tengah, termasuk Lebanon dan sejumlah negara Teluk.
Konflik melibatkan Israel, Iran, Amerika Serikat, serta kelompok bersenjata Hizbullah di Lebanon yang didukung Iran.
Eskalasi terjadi setelah serangan militer besar-besaran oleh Israel dan AS ke Iran, yang kemudian dibalas dengan serangan rudal dan drone oleh Iran ke berbagai target strategis.
Iran melancarkan gelombang serangan balasan menggunakan rudal dan drone, sementara Israel melakukan operasi militer lanjutan, termasuk serangan udara dan darat ke Lebanon.
Dalam laporan terbaru, Kementerian Kesehatan Israel menyebutkan bahwa sebanyak 107 orang mengalami luka-luka hanya dalam 24 jam terakhir. Dari total korban, 114 orang masih menjalani perawatan medis di rumah sakit, dengan dua di antaranya dalam kondisi kritis dan 14 lainnya mengalami luka serius.
Meski jumlah korban luka dipublikasikan, pemerintah Israel tidak merinci angka korban tewas akibat serangan Iran. Namun, Institute for National Security Studies melaporkan bahwa sedikitnya 31 orang tewas sejak konflik dimulai.
Di sisi lain, dampak serangan Israel dan sekutunya di Iran juga sangat signifikan. Dilaporkan lebih dari 1.340 orang tewas di Iran, termasuk tokoh penting negara tersebut, Ali Khamenei, yang disebut sebagai salah satu korban dalam serangan tersebut.
Ketegangan kawasan semakin meningkat dengan keterlibatan kelompok Hizbullah di Lebanon. Kelompok tersebut melancarkan serangan roket ke wilayah Israel sebagai respons atas kematian Khamenei. Sebagai balasan, Israel melakukan serangan udara dan operasi darat di Lebanon selatan.
Militer Israel melaporkan sedikitnya 11 tentaranya tewas dalam pertempuran di wilayah tersebut. Sementara itu, otoritas Lebanon mencatat dampak yang jauh lebih besar di pihak sipil, dengan sedikitnya 1.461 orang tewas dan 4.430 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan Israel.
Konflik ini menandai eskalasi serius di kawasan Timur Tengah, dengan potensi meluasnya perang yang melibatkan lebih banyak aktor regional maupun global.


