BerandaPERISTIWAGempa M7,7 Flores: Korban Tewas Bertambah Jadi 73 Orang, 931 Luka

Gempa M7,7 Flores: Korban Tewas Bertambah Jadi 73 Orang, 931 Luka

Radar Berita Indonesia – Korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus bertambah.

Hingga Rabu (19/8/2026) pukul 18.00 WITA, tercatat 73 orang meninggal dunia dan 931 orang mengalami luka berat maupun luka ringan.

Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengatakan data tersebut merupakan rekapitulasi sementara korban gempa yang tersebar di tujuh kabupaten di Pulau Flores.

“Rekapitulasi sementara meninggal dunia 73 orang,” kata Fathur, Rabu (19/8/2026) malam.

Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal dunia terbanyak, yakni 27 orang. Selain itu, sebanyak 32 orang mengalami luka berat dan 104 orang luka ringan. Sebagian besar korban berada di wilayah Reo.

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai Timur mencatat 24 orang meninggal dunia, 198 orang luka berat, dan 421 orang luka ringan.

Di Kabupaten Nagekeo, sebanyak 11 orang meninggal dunia, 13 orang luka berat, dan 9 orang luka ringan.

Sementara di Kabupaten Sikka, tercatat 5 orang meninggal dunia, 18 orang luka berat, dan 22 orang luka ringan.

Di Kabupaten Ende, korban meninggal dunia mencapai 2 orang, sedangkan 5 orang mengalami luka berat dan 67 orang luka ringan.

Kabupaten Ngada juga mencatat 2 orang meninggal dunia, 17 orang luka berat, dan 19 orang luka ringan. Sedangkan di Kabupaten Manggarai Barat terdapat 2 orang meninggal dunia, 2 orang luka berat, dan 4 orang luka ringan.

Tim SAR Evakuasi Lansia ke Labuan Bajo

Dalam operasi SAR hari ini, tim SAR gabungan melakukan evakuasi medis terhadap seorang lansia bernama Adelina Ndimas (77) menggunakan helikopter Basarnas.

Adelina merupakan warga Manggarai Timur yang mengalami patah tulang pada bagian kepala. Korban gempa bumi dievakuasi ke RSUD Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, untuk mendapatkan penanganan medis.

“Korban gempa bumi berhasil dievakuasi dari posko medis Damer, Desa Satar Padut, Lambaleda Utara, Manggarai Timur,” ujar Fathur.

Selain melakukan evakuasi korban, Tim Helly Dauphin Basarnas bergerak dari Bandara Komodo, Labuan Bajo, menuju Kecamatan Pota. Tim tersebut membawa lima tenaga kesehatan sekaligus menggeser logistik kesehatan milik tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mendukung penanganan korban di wilayah terdampak.

Penyisiran Reruntuhan Terus Dilakukan

Operasi pencarian dan pertolongan juga terus dilakukan tim SAR gabungan di sejumlah wilayah Flores. Petugas menyisir lokasi yang diduga masih terdapat korban di bawah reruntuhan bangunan.

Namun, berdasarkan hasil penyisiran hingga Rabu, belum ditemukan korban tambahan.

Di Manggarai Timur, penyisiran dilakukan di sekitar Kampung Dampek, Desa Satar Padut. Sementara di Kabupaten Manggarai, tim SAR gabungan melakukan pencarian di wilayah Kecamatan Reo.

Penyisiran juga dilakukan di Riung, Kabupaten Ngada. Tim SAR berkoordinasi dengan masyarakat setempat untuk mengidentifikasi lokasi yang berpotensi masih terdapat korban.

Di Kabupaten Nagekeo, tim SAR gabungan yang berada di Mbay terus menyisir sejumlah wilayah pedesaan untuk memastikan kondisi warga sekaligus mencari kemungkinan korban yang masih membutuhkan pertolongan.

Tim SAR gabungan bersama unsur pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat hingga kini masih melakukan penanganan darurat, evakuasi medis, pendataan korban, serta pencarian di sejumlah titik terdampak gempa.

Data korban tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses pendataan serta operasi pencarian dan pertolongan di lapangan. (*)

Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read