BerandaRadar Berita IndonesiaUMUMKualitas Udara Padang Memburuk, PM2.5 Dua Kali Lipat Batas WHO

Kualitas Udara Padang Memburuk, PM2.5 Dua Kali Lipat Batas WHO

Radar Berita Indonesia – Kualitas udara di Kota Padang, Sumatera Barat, menunjukkan kondisi yang perlu diwaspadai.

Berdasarkan pantauan laman pemantau kualitas udara secara real-time IQAir pada Selasa (1/9/2026), indeks kualitas udara (AQI) di Kota Padang tercatat berada pada level 103 atau masuk kategori oranye, “Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif.”

Kondisi tersebut terutama dipengaruhi oleh tingginya konsentrasi particulate matter (PM2.5), yakni partikel polutan berukuran sangat kecil dengan diameter hingga 2,5 mikrometer yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.

Dalam pantauan tersebut, konsentrasi PM2.5 di udara Kota Padang tercatat mencapai 36,5 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka itu berada di atas pedoman kualitas udara harian yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni rata-rata 15 µg/m³ untuk PM2.5 dalam periode 24 jam.

Tingginya konsentrasi PM2.5 menjadi perhatian karena kelompok masyarakat tertentu dinilai lebih rentan terhadap dampak paparan polutan udara. Mereka antara lain anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap kualitas udara.

Paparan udara dengan konsentrasi partikulat yang tinggi dapat meningkatkan risiko munculnya keluhan seperti iritasi saluran pernapasan, batuk, sesak, maupun memperburuk gejala pada orang yang sudah memiliki gangguan pernapasan atau alergi.

Selain kualitas udara, kondisi cuaca di Kota Padang juga menunjukkan suasana yang cukup gerah. Suhu udara saat pemantauan berada di sekitar 29 derajat Celsius, sementara tingkat kelembapan mencapai 81 persen. Kombinasi suhu dan kelembapan tersebut membuat kondisi udara di luar ruangan terasa lebih panas dan lembap.

Dengan kondisi kualitas udara yang berada pada kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif, masyarakat, khususnya mereka yang rentan terhadap paparan polusi, perlu meningkatkan kewaspadaan ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.

Warga dapat mempertimbangkan untuk mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan, terutama ketika kualitas udara sedang memburuk. Penggunaan masker yang sesuai juga dapat menjadi salah satu langkah perlindungan ketika harus bepergian atau beraktivitas di luar rumah.

Masyarakat juga disarankan memantau perkembangan kualitas udara secara berkala melalui sumber informasi resmi atau layanan pemantauan kualitas udara yang tersedia.

Kondisi kualitas udara tersebut menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap faktor lingkungan di perkotaan.

Pemantauan secara berkala diperlukan agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari dengan kondisi udara dan mengambil langkah pencegahan apabila konsentrasi polutan meningkat. (*)

Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read