Banyaknya Pemuda Gabung KKB Terkait Faktor Ekonomi

0
263
Banyaknya pemuda khususnya di Kabupaten Pegunungan Bintang yang bergabung dengan KKB tersebut diduga akibat terbatasnya lapangan kerja dan faktor ekonomi. (Poto Ilustrasi).
Banyaknya pemuda khususnya di Kabupaten Pegunungan Bintang yang bergabung dengan KKB tersebut diduga akibat terbatasnya lapangan kerja dan faktor ekonomi. (Poto Ilustrasi).
Jayapura, Radar BI | Dirkrimum Polda Papua, Kombes Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos, S.I.K, M.H., memaparkan alasan kenapa banyak pemuda di Papua ikut bergabung dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Banyaknya pemuda khususnya di Kabupaten Pegunungan Bintang yang bergabung dengan KKB tersebut diduga akibat terbatasnya lapangan kerja dan faktor ekonomi.

“Memang benar saat ini banyak pemuda yang bergabung dan menjadi anggota KKB dan usia mereka di bawah 25 tahun. Selain bergabung dengan KKB mereka juga seringkali melakukan tindak kriminal,” jelas Dirkrimum Polda Papua dilansir dari Antara, Sabtu (14/1/2023).

Berdasarkan dugaan tersebut, Polda Papua berharap pemerintah daerah bersama para pihak menggandeng mereka dengan membuka lapangan pekerjaan untuk pemuda sehingga memiliki pekerjaan dan kegiatan positif.

“Bila nanti lapangan pekerjaan dibuka dan mereka direkrut maka gangguan kamtibmas di wilayah itu berkurang,” tutupnya.

Sementara itu, Dikutip dari Antara Kepala Satgas Humas Nemangkawi Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengatakan SMAN 1 Oksibil diduga dibakar oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang tidak suka melihat pemuda Oksibil bersekolah dan berpikir untuk memajukan Papua.

“KKB ini tidak setuju lihat pendidikan maju sehingga terjadi pembakaran sebelum subuh di SMAN 1 Oksibil,” kata Kamal dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Kamal menjelaskan Satgas Nemangkawi bersama Polres Pegunungan Bintang dan Satgas Pamrahwan menerima laporan kebakaran di SMAN 1 Oksibil yang berada di Jalan Yapimakot Kampung Esipding Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang, pukul 05.30 WIT.

Laporan dari Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Oksibil Kasiono langsung ditindaklanjuti tim Polri menuju lokasi.

Pukul 06.44 WIT, Wakapolres Pegunungan Bintang bersama personel tiba di lokasi dan langsung mengecek tempat kejadian kebakaran sekaligus mengamankan Lokasi tersebut.

“Petugas lalu melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP),” kata Kamal.

Dari hasil olah TKP, diketahui kebakaran di SMA Negeri 1 Oksibil diduga terjadi pada pukul 04.00 WIT. Sementara itu, jarak Polres dengan TKP sekitar 10 km menuju arah Distrik Serambakon.

Terdapat dua bangunan SMAN 1 Oksibil yang terbakar yang terdiri atas tiga ruang kelas, satu ruang kantor, dan 1 ruang guru.

“Kompleks SMAN 1 Serambakon ini terdiri atas 11 unit bangunan yang terbuat dari kayu/papan,” kata Kamal.

Dari hasil oleh TKP diperoleh fakta, lokasi SMAN 1 Oksibil yang terbakar dekat dengan TKP penembakan personel TNI di Jembatan Yapimakot Serambakon pada tahun 2020 dan 2021.

Kejadian kebakaran ini diduga terdapat unsur kesengajaan mengingat hasil pengecekan di luar TKP di ketinggian dan jarak tembak ditemukan banyak jejak alas kaki, puntung rokok, dan diduga tempat tiarap untuk memantau.

Menurut Kamal, adanya dugaan KKB pelaku pembakaran ini karena warga sekitar melihat tadi pagi tidak lama setelah api membakar sekolahan, beberapa orang membawa senjata api dan alat perang melintas tidak jauh dari saksi tinggal.

“Polres Pegunungan Bintang masih melakukan penyelidikan lebih Lanjut,” kata Kamal.

Usai kejadian, Wakapolres Pegunungan Bintang Bersama personel Polres dan Satgas Gabungan Polri melakukan patroli di sekitar lokasi kebakaran sekaligus menyampaikan kepada masyarakat Distrik Serambakon untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas di wilayah tersebut.

“Wakapolres Pegunungan Bintang bersama personel Polres dan personel Sargas Gabungan Polri melanjutkan patroli guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif,” kata Kamal.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini