Beranda Radar Berita Indonesia PEMERINTAH Krakatau Steel Melunasi Utang Rp.3,3 triliun dari Commerzbank

Krakatau Steel Melunasi Utang Rp.3,3 triliun dari Commerzbank

0
399
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) melunasi utang dari Commerzbank setelah melakukan pembayaran US$216.021.881 atau sekitar Rp3,3 triliun
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) melunasi utang dari Commerzbank setelah melakukan pembayaran US$216.021.881 atau sekitar Rp3,3 triliun
Jakarta, Radar BI | PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) melunasi utang dari Commerzbank setelah melakukan pembayaran US$.216.021.881 atau sekitar Rp.3,3 triliun pada tanggal (12/10/2022).

Commerzbank AG adalah bank terbesar kedua di Jerman dan merupakan kreditur Krakatau Steel dalam membangun pabrik Hot Strip Mill ke-2 (HSM2).

Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim, mengatakan pelunasan seluruh pinjaman terutang tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat bisnis intinya ke depan.

“Krakatau Steel sudah membayar total US$ 487,7 juta atau sebesar Rp7,4 triliun dalam 2,5 tahun terakhir ini sejak dimulainya proses restrukturisasi,” ujar Silmy dalam keterangan resmi yang dikutip pada hari Jumat (14/10/2022).

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) melunasi utang dari Commerzbank setelah melakukan pembayaran US$216.021.881 atau sekitar Rp3,3 triliun
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) melunasi utang dari Commerzbank setelah melakukan pembayaran US$216.021.881 atau sekitar Rp3,3 triliun

Pembayaran utang pada rentang 2020-2022 meliputi utang Tranche A US$27,7 juta, Tranche B US$200 juta, dan pinjaman US$260 juta.

Pembayaran tersebut dapat dilakukan seiring dengan meningkatnya kinerja Krakatau Steel dari waktu ke waktu.

“Krakatau Steel akan terus mempertahankan konsistensi ini dengan menjadi lebih kompetitif, meningkatkan penjualan dengan memaksimalkan potensi dan kapabilitas yang dimiliki,” katanya.

Laba Krakatau Steel

Pada 2020, Silmy Karim berhasil memperbaiki kinerja Krakatau Steel dan membawa perusahaan baja itu untuk menorehkan laba bersih Rp327,4 miliar.

Hanya dalam kurun dua tahun sejak ditunjuk sebagai direktur utama pada 6 September 2018, kondisi keuangan perusahaan yang terus-menerus rugi sejak 2012 itu berbalik.

Padahal, ketika Silmy baru bergabung perusahaan bermarkas di Cilegon, Banten, itu seperti raksasa lumpuh. Kesalahan investasi, besarnya beban utang, hingga tingginya ongkos produksi membuatnya kalah dalam persaingan dan nyaris bangkrut.

Hingga semester I lalu, KRAS masih konsisten membukukan laba dengan raihan US$78,65 juta atau sekitar Rp1,17 triliun, meningkat dua kali lipat ketimbang laba semester I tahun 2021 yang mencapai US$33,02 juta atau sekitar Rp490,7 miliar.

Dari sisi pendapatan, Kakatau Steel pada semester I-2022 mencatatkan peningkatan menjadi US$1,34 miliar atau sekitar Rp19,88 triliun. Capaian tersebut lebih tinggi 27 persen dari pendapatan semester I-2021 yang senilai US$1,05 miliar atau sekitar Rp15,68 triliun.

Seiring dengan peningkatan laba dan pendapatan, EBITDA Krakatau Steel juga meningkat 5,9 persen menjadi US$91,0 juta, dari US$85,9 juta pada periode sama tahun lalu.

Sumber: Fortune Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini