Beranda INFO POLRI Tangkap Pelaku Penganiayaan, Polres Bontang Perlu Waktu Tiga Hari

Tangkap Pelaku Penganiayaan, Polres Bontang Perlu Waktu Tiga Hari

Radar BI, Bontang – Tersangka pelaku penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam di Pujasera Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Api-Api Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, akhirnya berhasil ditangkap.

Tersangka bernama Yudi (berusia 42 tahun), usai melakukan penganiayaan terhadap korban korban MA dengan menggunakan parang, kala itu langsung kabur ke Berau. Pelariannya tercium Polisi akhirnya berhasil ditangkap oleh Tim Rajawali Polres Bontang dibantu Sat Reskrim Polres Berau, Senin (8/11/2021).

Warga Jalan Brigjen Katamso RT. 15 Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang itu mengaku bila melakukan penganiayaan karena sakit hati lantaran istrinya ditegur oleh korban saat parkir kendaraan di lokasi Pujasera.

BACA JUGA  119 Personil Polres Bontang Jalani Rikes Berkala 2021
BACA JUGA  Kapolda Aceh Ajak Masyarakat Langsa Bantu Pemerintah Sukseskan Vaksinasi

Diungkapkan Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi melalui Kasat Reskrim Iptu Asriadi, sebelum melakukan penganiayaan terjadi pertengkaran mulut antara tersangka dengan korban pada hari Jumat (5/11/2021) sekira pukul 00.30. wita.

Kala itu, korban menegur tersangka, agar tidak membuat keributan di area Pujasera. Namun, tersangka tersinggung, dan pergi meninggalkan Pujasera, tidak lama kemudian dia kembali dan langsung melakukan penganiayaan terhadap korban dengan menggunakan samurai,” ungkap Kasat Reskrim.

“Pelaku merasa tersinggung karena istrinya ditegur korban ketika memarkirkan motor. Apalagi dia merasa senior sebagai tukang parkir di pujasera itu,” sebutnya.

BACA JUGA  Polda Bali Tangkap WNA Pembobol ATM di Bali dan NTB
BACA JUGA  Ungkap Kasus Penganiayaan, Polisi Tetapkan FK Sebagai Tersangka

Akibatnya, korban mengalami luka robek di leher bagian belakang dan sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Kini tersangka ditahan di Polres Bontang, dia dijerat dengan pasal 351 ayat (2) tentang penganiayaan dan UU darurat nomor 12 tahun 1951 tentang senjata tajam. “Dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara,” sebut Iptu Asriadi.

Sumber: Divisi Humas Polri.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaPolisi Gagalkan Peredaran Sabu Dalam Bungkus Rokok di Sukamulya
Artikel berikutnyaHUT ke-76 Brimob, Kapolri Jenguk dan Berikan Semangat Anggota Tertembak Saat Bertugas