BerandaPERISTIWATragedi Longsor Banjarnegara: 10 Tewas, 934 Warga Mengungsi

Tragedi Longsor Banjarnegara: 10 Tewas, 934 Warga Mengungsi

Radar Berita Indonesia – Jumlah korban jiwa akibat tanah longsor yang menerjang Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, kembali bertambah.
Hingga Jumat (21/11/2025), tercatat 10 orang meninggal dunia, sementara 18 lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR.

Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menyebut bahwa lebih dari 700 personel gabungan telah dikerahkan untuk mempercepat penanganan bencana di lokasi.

“Total 10 korban meninggal dunia, 18 masih dalam pencarian, 7 luka-luka, 48 rumah roboh atau hilang, 195 rumah terdampak, dan 934 jiwa mengungsi,” ujarnya.

Dari 10 korban meninggal, dua di antaranya merupakan potongan tubuh (body part) yang masih menunggu proses identifikasi tim forensik untuk memastikan identitas.

Bergas menambahkan, pemerintah bersama BNPB mulai menyiapkan hunian sementara (huntara) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Material pembangunan saat ini dalam perjalanan menuju lokasi terdampak.

“Material huntara dari BNPB sedang menuju lokasi. Modelnya fabrikasi agar cepat dibangun dan langsung bisa ditempati,” jelasnya.

Keberadaan huntara diharapkan menjadi penopang sementara bagi ratusan warga yang rumahnya rusak maupun hilang akibat longsoran.

Keberadaan huntara diharapkan menjadi penopang sementara bagi ratusan warga yang rumahnya rusak maupun hilang akibat longsoran.

Menurut data sementara, lahan seluas 2 hektare telah disiapkan di Banjarnegara, dan masih berpotensi ditambah sesuai kebutuhan.

Untuk Majenang, Cilacap, disiapkan lahan 3,5 hektare. Huntara ini juga berpotensi menjadi hunian tetap seiring proses rehabilitasi.

Proses pencarian korban terkendala cuaca dan ancaman longsor lanjutan. Curah hujan tinggi memicu tumpukan air dan aliran mata air yang terus masuk ke zona longsoran.

Untuk itu tim melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta membuat jalur pembuangan air menuju sungai guna menstabilkan area pencarian.

Kepala Basarnas Semarang, Budiono, menyebut bahwa tim SAR berhasil menemukan 7 penemuan baru pada Kamis (20/11), terdiri dari 5 jasad utuh dan 2 body part.

Identitas korban yang berhasil terkonfirmasi adalah Esiah, Karti, dan Maruni, sementara sisanya menunggu data antemortem dari tim DVI.

Budiono juga menegaskan bahwa satu potongan tubuh dihitung sebagai satu jenazah sesuai prosedur penanganan korban bencana.

Dengan temuan tersebut, jumlah korban meninggal kini mencapai 10 orang, sementara 18 orang belum ditemukan.

Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read