Radar Berita Indonesia – Mi instan menjadi salah satu makanan favorit banyak orang karena praktis, cepat disajikan, dan memiliki rasa yang digemari.
Namun, di balik kepopulerannya, muncul pertanyaan penting: berapa lama sebenarnya mi instan dicerna di dalam tubuh?
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi dan hepatologi, Aru Ariadno, menjelaskan bahwa konsumsi mi instan berlebihan dapat berdampak buruk pada kesehatan.
“Masalah yang paling sering muncul akibat sering makan mi instan antara lain tekanan darah tinggi, penyakit jantung, obesitas, diabetes, gangguan pencernaan, hingga gangguan fungsi ginjal,” ujar Aru, dikutip pada hari, Senin (8/12/2025).
Menurut Aru, efek buruk tersebut disebabkan tingginya kandungan natrium, lemak jenuh, dan kalori pada mi instan.
Sementara itu, kandungan nutrisi penting seperti serat, vitamin, mineral, dan protein terbilang rendah.
Mi Instan Dicerna Lebih Lama dari Mi Biasa
Proses pencernaan mi instan juga berbeda dibandingkan mi segar atau mi tanpa pengawet.
Aru menjelaskan bahwa mi instan dapat bertahan selama 3 hingga 5 jam di lambung sebelum bergerak ke tahap pencernaan berikutnya.
Pada sebagian orang, proses pencernaan lengkap bahkan bisa memakan waktu 1–2 hari hingga benar-benar keluar dari tubuh.
Apa Penyebab Mi Instan Lama Dicerna?
Aru menjelaskan beberapa faktor yang membuat mi instan lebih lama diproses tubuh:
Proses penggorengan
Mi instan umumnya digoreng sebelum dikemas sehingga memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi. Lemak jenuh ini memperlambat pengosongan lambung.
Bahan pengawet
Kandungan pengawet membuat struktur mi lebih keras dan tidak mudah terurai. Sebaliknya, mi segar tanpa pengawet akan lebih cepat hancur dan diproses tubuh.
Rendah serat
Minimnya serat membuat pergerakan usus melambat sehingga mi instan bertahan lebih lama di saluran cerna.
Aru mengingatkan
Untuk mengurangi risiko, konsumsi mi instan sebaiknya dibatasi dan dikombinasikan dengan makanan bernutrisi, seperti sayuran, sumber protein, dan cukup air.


