Radar Berita Indonesia – Dunia internasional mengecam keras serangan penembakan mematikan di Pantai Bondi, Sydney, yang terjadi pada Minggu (15/12/2025), bertepatan dengan hari pertama perayaan Hanukkah umat Yahudi.
Sedikitnya 15 orang tewas, sementara 38 lainnya luka-luka, termasuk dua anggota kepolisian, dalam insiden yang mengguncang Australia dan memicu gelombang duka serta kecaman global.
Penembakan maut di Pantai Bondi, Sydney, terjadi di kawasan publik yang ramai dikunjungi warga dan wisatawan.
Aksi penembakan tersebut berlangsung saat umat Yahudi tengah merayakan salah satu hari suci mereka, sehingga memicu kepanikan massal dan duka mendalam.
Aparat keamanan Australia mengonfirmasi bahwa satu dari dua pelaku penembakan tewas di lokasi kejadian, sementara satu pelaku lainnya berhasil dilumpuhkan.
Para korban luka segera dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di Sydney, dengan beberapa di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis.
Pemerintah Australia menyebut insiden ini sebagai serangan bermotif kebencian, sementara sejumlah pemimpin dunia secara terbuka menilai tragedi ini sebagai aksi teror anti-Semit.
Insiden penembakan tersebut tidak hanya mengguncang rasa aman publik Australia, tetapi juga memicu kekhawatiran global terkait meningkatnya kekerasan berbasis agama dan etnis di ruang-ruang sipil.
Gelombang reaksi internasional pun mengalir deras, mulai dari Amerika Serikat, Israel, Inggris, Prancis, negara-negara Muslim, hingga Asia Pasifik.
Para pemimpin dunia menyampaikan belasungkawa mendalam, mengecam terorisme, serta menyerukan persatuan global untuk melawan kebencian, ekstremisme, dan anti-Semitisme di mana pun terjadi.
Israel
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka menyalahkan pemerintah Australia, khususnya Perdana Menteri Anthony Albanese, atas kegagalan menekan maraknya antisemitisme.
Dalam pidato kerasnya, Netanyahu menyebut “antisemitisme sebagai kanker” yang berkembang ketika para pemimpin bersikap pasif.
“Pemerintahan Anda tidak melakukan apa pun untuk menghentikan penyebaran antisemitisme. Anda membiarkan penyakit ini menyebar, dan hasilnya adalah serangan mengerikan yang kita saksikan hari ini,” tegas Netanyahu.
Amerika Serikat
Presiden AS Donald Trump menyebut insiden tersebut sebagai “serangan anti-Semit yang murni”, seraya menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga.
“Ini adalah serangan yang mengerikan dan jelas merupakan serangan anti-Semit. Saya menyampaikan simpati mendalam kepada semua yang terdampak,” ujar Trump dari Gedung Putih.
Negara-Negara Muslim
Arab Saudi, Iran, Turki, Uni Emirat Arab, dan Qatar secara tegas mengecam aksi tersebut. Arab Saudi menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk terorisme dan ekstremisme, sementara Iran menyebut penembakan massal sebagai tindakan kriminal yang tidak dapat dibenarkan di mana pun terjadi.
Inggris
Raja Charles III dan Ratu Camilla menyampaikan duka mendalam, memuji keberanian polisi dan layanan darurat. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyebut peristiwa ini sebagai berita yang sangat menyedihkan dan menyampaikan solidaritas penuh kepada Australia.
Prancis
Presiden Emmanuel Macron menegaskan komitmen Prancis untuk terus memerangi kebencian anti-Semit, seraya menyatakan bahwa tragedi tersebut adalah luka bagi seluruh umat manusia.
Malaysia
Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengutuk keras serangan tersebut dan menegaskan bahwa tidak ada pembenaran atas kekerasan terhadap warga sipil, terlebih yang didasarkan pada agama dan ras.
Ukraina
Presiden Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa teror dan kebencian harus dikalahkan di mana pun dan kapan pun, serta mendoakan kesembuhan penuh bagi para korban luka.
Kanada
Perdana Menteri Mark Carney menyebut Hanukkah sebagai simbol cahaya dan ketahanan umat Yahudi, seraya menyerukan perlindungan terhadap komunitas Yahudi dan seluruh warga dari kebencian.
Selandia Baru
Perdana Menteri Christopher Luxon menyatakan keterkejutannya dan menegaskan bahwa Australia dan Selandia Baru adalah “keluarga”, dengan solidaritas penuh bagi para korban.


