Radar Berita Indonesia – Sumatera Barat kembali dilanda bencana dahsyat setelah banjir bandang dan tanah longsor menerjang sejumlah kabupaten dan kota pada akhir November hingga awal Desember 2025.
Hujan ekstrem dengan intensitas tinggi memicu banjir bandang dan longsoran besar yang menerjang sejumlah wilayah di Sumbar.
Bencana ini merusak ribuan rumah, fasilitas umum, serta menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Data sementara hingga Kamis (4/12/2025) mencatat 200 orang meninggal dunia, sementara 212 warga lainnya masih dinyatakan hilang.
Jumlah tersebut diperkirakan masih bertambah seiring proses pencarian yang terus dilakukan oleh tim gabungan yang tersebar di berbagai lokasi terdampak.
Angka ini diperkirakan terus bertambah seiring proses pencarian yang dilakukan tim gabungan BPBD, Basarnas, TNI–Polri, serta relawan di berbagai titik terdampak.
Identifikasi Korban Meninggal Akibat Bencana Alam di Sumatera Barat
Proses identifikasi korban meninggal akibat bencana alam yang melanda Sumatera Barat terus dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumbar.
Tim forensik bekerja di sejumlah posko dan rumah sakit rujukan untuk memastikan identitas para korban yang ditemukan di lokasi banjir bandang dan longsor.
Polda Sumatera Barat melalui Tim Disaster Victim Identification (DVI) mencatat, dari 200 korban meninggal dunia, 174 jenazah berhasil diidentifikasi, sementara 26 korban lainnya masih dalam proses identifikasi.
Rinciannya: Laki-laki teridentifikasi: 86 orang, Perempuan teridentifikasi: 87 orang
Belum teridentifikasi: 14 laki-laki, 8 perempuan, serta beberapa potongan tubuh yang masih dianalisis tim forensik.
Rincian Posko Identifikasi Jenazah
Berikut distribusi penanganan jenazah berdasarkan posko DVI dan rumah sakit rujukan:
Posko DVI Padang (RSUD Rasidin): 5 jenazah diterima
Seluruhnya berhasil diidentifikasi
RS Bhayangkara Padang – Total 61 jenazah: 35 teridentifikasi, 26 masih proses identifikasi, termasuk korban dengan tubuh tidak utuh
Posko DVI Agam – 106 jenazah diterima, 103 berhasil diidentifikasi (45 laki-laki, 61 perempuan)
Posko DVI Pasaman Barat – 3 jenazah diterima
Seluruhnya teridentifikasi
Posko DVI Bukittinggi
10 jenazah teridentifikasi (5 laki-laki, 5 perempuan)
Posko DVI Padang Panjang –15 jenazah diterima, 13 berhasil diidentifikasi (6 laki-laki, 7 perempuan)
Update Bencana Sumbar: 212 Orang Masih Hilang
Sebanyak 212 orang masih belum ditemukan, terdiri dari: 97 laki-laki dan 115 perempuan
Mereka tersebar di wilayah terdampak terparah seperti Kabupaten Agam, Tanah Datar, Pasaman Barat, dan Padang Panjang.
Medan sulit, akses terputus, jembatan runtuh, serta cuaca buruk menjadi tantangan bagi tim SAR.
Pencarian dilakukan menggunakan alat berat, drone pendeteksi panas, perahu karet, hingga anjing pelacak.
Korban Luka
Beberapa warga masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan:
- RSUD Agam: 22 pasien (11 laki-laki, 11 perempuan)
- RSUD Padang Panjang: 1 pasien laki-laki
- RSUD Rasidin Padang: 2 pasien (1 laki-laki, 1 perempuan)
- Proses Identifikasi DVI
Tim DVI menerapkan prosedur ketat melalui pencocokan:
- Data antemortem dan postmortem
- Pemeriksaan ciri fisik
- Rekam medis
Tes DNA bila diperlukan
Polda Sumbar mengimbau warga yang kehilangan keluarga untuk datang ke posko DVI dengan membawa data pendukung seperti foto, rekam medis, ciri fisik, atau barang pribadi korban.
Pemerintah daerah bersama TNI–Polri telah membuka puluhan posko pengungsian. Kebutuhan mendesak para pengungsi mencakup: Makanan, Air bersih, Selimut, Pakaian, Bantuan medis
Upaya rehabilitasi dan rekonstruksi juga mulai disiapkan oleh pemerintah pusat.
Meski duka mendalam menyelimuti Sumatera Barat, ribuan relawan terus bergerak membantu proses evakuasi korban bencana alam.
Mereka terlibat dalam pencarian korban, pembersihan material longsor, hingga penyaluran bantuan logistik ke berbagai lokasi terdampak.
Sementara itu, keluarga para korban berharap proses identifikasi dapat segera diselesaikan agar mereka dapat memberikan pemakaman yang layak bagi anggota keluarga yang telah ditemukan.


