BerandaINFO POLRIBNN Berhasil Ungkap 30.000 Batang Ganja, Berat Basah Capai 30 Ton

BNN Berhasil Ungkap 30.000 Batang Ganja, Berat Basah Capai 30 Ton

Radar Berita IndonesiaBadan Narkotika Nasional (BNN) menemukan dua lokasi ladang ganja di kawasan Desa Rao Rao Dolok, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Dari hasil operasi tersebut, sekitar 30.000 batang ganja dengan berat basah 30 ton berhasil dimusnahkan.

Operasi pemusnahan ladang ganja dilakukan pada Kamis pagi (13/11/2025) oleh tim gabungan BNNP Sumut, BNNK Mandailing Natal, TNI, Polri, serta Forkopimda setempat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya poin ketujuh yang menekankan pemberantasan narkoba sebagai pilar reformasi hukum dan ketahanan bangsa.

Menurut Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto, ladang ganja ditemukan di dua titik yang berdekatan. Lokasi pertama memiliki luas sekitar 0,5 hektare, sedangkan titik kedua mencapai 2,5 hektare, dengan total area sekitar 3 hektare.

“Seluruh tanaman ganja dimusnahkan dengan cara dicabut dan dibakar. Tanaman tersebut setinggi 1–2 meter dengan jarak tanam 50 cm, total mencapai sekitar 30.000 batang dengan berat basah 30.000 kilogram,” ujar Suyudi kepada wartawan.

Ladang ganja tersebut ditemukan di ketinggian 940 meter di atas permukaan laut (mdpl). Untuk mencapai lokasi, tim harus berjalan kaki selama sekitar lima jam menembus medan terjal.

Sebanyak 73 personel gabungan diterjunkan dalam operasi pemusnahan tersebut. Terdiri dari 4 anggota Koramil 14 Kotanopan, 4 personel Polres Madina, 5 anggota Satpol PP, 2 perwakilan Kejaksaan, 15 petugas BNNP Sumut, dan 20 petugas dari BNNK Mandailing Natal.

Operasi ini bukan sekadar langkah hukum, melainkan juga bagian dari pemulihan kawasan rawan narkotika dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba.

Sebelumnya, Komjen Suyudi menegaskan bahwa perang terhadap narkoba merupakan agenda nasional yang sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Ia menilai, pemberantasan narkoba adalah fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.

“Berperang terhadap narkoba demi kemanusiaan tentunya sejalan dengan Asta Cita Bapak Presiden, khususnya poin ke-7 terkait pemberantasan narkoba sebagai bagian dari reformasi hukum dan ketahanan bangsa,” jelasnya dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Suyudi menegaskan bahwa permasalahan narkotika bukan sekadar tindak kriminal, tetapi isu kemanusiaan yang perlu disikapi dengan pendekatan rehabilitatif.

“Pengguna narkoba adalah korban yang perlu disembuhkan, bukan hanya dipenjara. Pendekatan kemanusiaan menjadi kunci dalam perang melawan narkoba,” tegas mantan Kapolda Banten tersebut.

Dengan operasi masif ini, BNN menegaskan komitmennya untuk memutus rantai produksi dan distribusi narkotika di wilayah Sumatera Utara, sekaligus mendukung penuh agenda besar pemerintah dalam menciptakan Indonesia bersih narkoba (Bersinar).

Google News

Must Read

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini