BerandaAGAMAHari Santri Nasional 2026 di Sijunjung Berlangsung Khidmat, Polsek Koto VII Pastikan...

Hari Santri Nasional 2026 di Sijunjung Berlangsung Khidmat, Polsek Koto VII Pastikan Pengamanan

spot_img
Radar Berita Indonesia – Personel Kepolisian Sektor (Polsek) Koto VII melaksanakan pengamanan Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di Pondok Pesantren Bustanul Ulum Tanjung, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Kamis (22/10/2026).

Upacara yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah, S.Pt., M.M., yang bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan ini diikuti unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, Kementerian Agama, para santri, tenaga pendidik, serta undangan dari berbagai instansi terkait.

Kehadiran personel Polsek Koto VII dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan upacara, sehingga seluruh rangkaian peringatan Hari Santri Nasional dapat berlangsung tertib, aman, dan lancar.

Dihadiri Unsur Pemerintah Daerah, TNI-Polri, dan Kementerian Agama

Upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 turut dihadiri anggota DPRD Kabupaten Sijunjung, Nofriadi Zulka, S.H., dan Amlasta Boy. Kapolres Sijunjung diwakili oleh Kapolsek Koto VII, AKP Irwan Doni, sedangkan Dandim 0310/SS diwakili oleh Pasi Ops Kodim, Kapten Czi Akmal.

BACA JUGA  KPK Tetapkan Tiga Tersangka Baru Kasus Suap RSUD Kolaka Timur

Sejumlah pejabat dan unsur terkait lainnya juga hadir, di antaranya kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Camat Koto VII beserta jajaran, perwakilan Kementerian Agama, serta para santri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Sijunjung.

Kehadiran lintas instansi tersebut mencerminkan dukungan bersama terhadap penyelenggaraan pendidikan keagamaan dan pembinaan generasi muda, sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga persatuan serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.

Upacara Berlangsung Khidmat

Pelaksanaan upacara melibatkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kecamatan Koto VII Tahun 2026 sebagai petugas pengibar bendera. Sementara itu, pembacaan teks proklamasi, penampilan paduan suara, dan pembacaan doa dilaksanakan oleh para pelajar santri.

BACA JUGA  Polisi Bongkar Jaringan Peredaran Obat Keras di Kota Cilegon

Peserta upacara terdiri atas satu pleton aparatur sipil negara (ASN) dari lingkungan Kementerian Agama serta perwakilan pondok pesantren se-Kabupaten Sijunjung.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kedatangan inspektur upacara beserta rombongan, dilanjutkan laporan perwira upacara dan pelaksanaan acara pokok.

Prosesi kemudian berlangsung dengan penghormatan pasukan, laporan komandan upacara, pengibaran Bendera Merah Putih yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, mengheningkan cipta, pembacaan Pancasila, Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta pembacaan Ikrar Santri.

BACA JUGA  Donald Trump vs Iran: Ultimatum 48 Jam Picu Ancaman Perang Besar

Seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara dengan tertib sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para ulama dan santri yang telah memberikan kontribusi besar dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Hari Santri Jadi Momentum Memperkuat Peran Generasi Muda

Dalam amanat yang disampaikan pada upacara tersebut, Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober menjadi momentum penting untuk mengenang jasa para ulama dan santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan sekaligus memperkuat kontribusi santri terhadap pembangunan bangsa.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.” Tema tersebut menekankan pentingnya peran santri sebagai generasi penerus bangsa yang tidak hanya memiliki pengetahuan agama, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan, berkarakter kuat, berakhlak mulia, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

BACA JUGA  Tiga Kendaraan Terlibat Tabrakan Beruntun di Gading Serpong

Para santri diharapkan terus meningkatkan kualitas pendidikan, mengembangkan kreativitas dan inovasi, serta mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pesantren dapat terus berkontribusi dalam membentuk sumber daya manusia yang berintegritas, mandiri, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Perjuangan santri pada masa kini tidak lagi hanya dimaknai melalui perjuangan bersenjata sebagaimana dilakukan para pendahulu, tetapi juga melalui pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan, penguatan karakter, pengembangan keterampilan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Santri diharapkan mampu menjadi generasi yang menjaga persatuan, menghormati perbedaan, memperkuat nilai kebangsaan, dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga, masyarakat, bangsa, serta negara.

Penghargaan kepada Santri dan Penutupan Kegiatan

Setelah rangkaian acara pokok selesai, upacara dilanjutkan dengan menyanyikan Mars Hari Santri dan pembacaan doa.

BACA JUGA  Jadi Tersangka Kasus Narkoba, Artis Jeff Smith Bakal Direhabilitasi

Kegiatan kemudian diteruskan dengan pemberian penghargaan oleh Wakil Bupati Sijunjung bersama Kepala Kementerian Agama kepada pihak yang menerima penghargaan dalam kegiatan tersebut. Acara ditutup dengan sesi foto bersama seluruh unsur yang hadir.

Pemberian penghargaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional 2026. Namun, rincian kategori penghargaan dan nama penerimanya perlu dikonfirmasi untuk melengkapi informasi secara akurat.

Pengamanan Berjalan Aman dan Kondusif

Seluruh rangkaian Upacara Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 di Pondok Pesantren Bustanul Ulum Tanjung berakhir sekitar pukul 09.20 WIB.

BACA JUGA  Perjalanan Dedi Mulyadi: Dari Kehidupan Sederhana hingga Menjadi Gubernur Jawa Barat

Berdasarkan keterangan dalam laporan kegiatan, pelaksanaan upacara berlangsung aman, tertib, dan lancar. Pengamanan yang dilakukan personel Polsek Koto VII turut mendukung kelancaran kegiatan yang dihadiri berbagai unsur pemerintahan, aparat keamanan, dan masyarakat pesantren tersebut.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, Kementerian Agama, dan pondok pesantren semakin kuat dalam membina generasi muda, menjaga kerukunan, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

Momentum ini juga diharapkan dapat mendorong para santri di Kabupaten Sijunjung untuk terus menuntut ilmu, menjaga akhlak, meningkatkan kompetensi, dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah menuju Indonesia Emas.

BACA JUGA  BPBD Padang Bagikan 11 Ribu Masker, Warga Diimbau Waspadai Dampak Kabut Asap

Dengan semangat Hari Santri Nasional 2026, santri diharapkan tidak hanya menjadi penjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga tampil sebagai generasi yang berilmu, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Sijunjung serta Indonesia.

Sumber: Ay Boer.
Editor: Dedi Prima Maha Rajo Dirajo.

Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read