Radar Berita Indonesia – Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Padang, Irwan Basir Dt. Rajo Alam, SH., MM., menegaskan bahwa lemahnya manajemen menjadi salah satu persoalan utama yang menyebabkan banyak koperasi tidak mampu bertahan dan akhirnya mengalami kondisi mati suri.
Hal itu disampaikan Irwan Basir saat menjadi pemateri dalam kegiatan Pelatihan bagi Pengurus dan Pengawas Koperasi Merah Putih, yang digelar di salah satu hotel di Kota Padang, Kamis (3/9/2026).
Menurut Irwan Basir, keberadaan koperasi saat ini masih menghadapi tantangan serius dalam persaingan dengan berbagai badan usaha ekonomi lainnya, termasuk sektor perbankan.
Di tengah perkembangan dunia usaha yang semakin kompetitif, koperasi dituntut tidak hanya memiliki modal, tetapi juga mempunyai tata kelola organisasi dan manajemen usaha yang kuat.
Ia menilai, banyak koperasi mengalami kemunduran bukan semata-mata karena kalah bersaing atau kekurangan modal. Persoalan justru sering muncul dari dalam organisasi koperasi itu sendiri, terutama lemahnya kepengurusan dan tata kelola usaha.
“Salah satu penyebab koperasi banyak yang gagal dalam menjalankan kegiatannya bukan karena badan usaha ekonomi lain atau persaingan, maupun tidak adanya modal untuk menjalankan usaha. Tetapi karena lemahnya manajemen organisasi koperasi itu sendiri,” ujar Irwan Basir.

Ia menjelaskan, dalam sejumlah kasus terdapat koperasi yang secara kelembagaan masih tercatat sebagai badan usaha, tetapi aktivitas pengurusnya tidak berjalan. Bahkan, pembukuan tidak tertata, pembagian tugas tidak jelas, hingga kegiatan usaha yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.
“Badan usaha ada, tetapi pengurus tidak jalan. Pembukuan berantakan, usaha tidak jelas atau bahkan fiktif. Akhirnya koperasi tidak bisa beroperasi lagi dan mati,” tegasnya.
Manajemen Harus Diperkuat
Irwan Basir mengatakan, untuk membangkitkan kembali koperasi yang mengalami kemunduran, pembenahan manajemen harus menjadi prioritas.
Koperasi membutuhkan pengurus yang memiliki kompetensi, integritas, serta pemahaman mengenai tata kelola organisasi dan pengelolaan usaha.
Menurutnya, pengurus koperasi tidak cukup hanya memiliki status sebagai orang yang dipercaya oleh anggota atau masyarakat.
Mereka juga harus mampu menjalankan fungsi manajemen secara profesional agar koperasi dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi kepada anggotanya.
Hal tersebut, kata dia, menjadi penting bagi Koperasi Merah Putih, karena para pengurus dan pengawas berasal dari berbagai unsur masyarakat di lingkungan kelurahan tempat koperasi tersebut berada.
“Pengurus Koperasi Merah Putih adalah orang-orang yang dipilih dan berasal dari tokoh-tokoh masyarakat di lingkungan kelurahan tempat koperasi ini berada. Mereka berasal dari berbagai kalangan dan memiliki kemampuan SDM yang berbeda-beda,” jelasnya.

Para pengurus tersebut kemudian disatukan dalam satu wadah dan diberikan kepercayaan untuk mengelola badan usaha koperasi.
Karena itu, pelatihan manajemen dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas mereka sebelum menjalankan roda organisasi dan usaha koperasi secara lebih profesional.
“Makanya, untuk lebih memahami manajemen organisasi koperasi secara profesional, pelatihan ini perlu diadakan untuk meningkatkan SDM mereka tentang manajemen koperasi,” terang Irwan Basir yang juga merupakan Tim TPP Pemko Padang.
Tekankan Konsep POAC
Lebih lanjut, Irwan Basir menerangkan bahwa koperasi yang sehat dan kuat harus memiliki struktur organisasi yang jelas serta menerapkan prinsip manajemen secara konsisten.
Salah satu konsep yang ditekankannya adalah POAC, yakni Planning (perencanaan), Organizing (pengorganisasian dan pembagian tugas), Actuating (penggerakan atau pelaksanaan) serta Controlling (pengawasan).
Menurutnya, keempat fungsi tersebut harus berjalan secara berkesinambungan. Perencanaan yang baik harus diikuti pembagian tugas yang jelas, pelaksanaan yang terarah serta pengawasan yang konsisten.
“Pengurus harus komitmen bekerja secara transparan dan mengelola koperasi secara profesional. Koperasi Merah Putih akan besar kalau dikelola seperti perusahaan, tetapi tetap berjiwa kekeluargaan,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa koperasi merupakan badan usaha yang memiliki karakter berbeda dengan perusahaan pada umumnya. Karena itu, profesionalisme dalam pengelolaan usaha harus berjalan beriringan dengan prinsip kekeluargaan dan kepentingan anggota.
Irwan Basir menambahkan, koperasi yang sehat juga harus menjalankan mekanisme organisasi sesuai ketentuan, termasuk melaksanakan Rapat Anggota sekurang-kurangnya sekali dalam setahun serta memastikan keberadaan pengurus dan pengawas yang aktif.
“Koperasi yang sehat itu harus ada Rapat Anggota minimal sekali dalam setahun, punya pengurus yang aktif dan punya pengawas. Kemudian POAC-nya berjalan. Planning, Organizing, Actuating, dan terakhir Controlling. Ini harus berjalan agar badan usaha koperasi bisa tetap hidup dan berkembang,” jelasnya.
Sertifikat untuk Peserta Pelatihan
Dalam kegiatan tersebut, Irwan Basir juga menyerahkan sertifikat kepada para peserta sebagai bukti telah mengikuti pelatihan manajemen koperasi.
Ia berharap pelatihan tersebut tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial maupun pemenuhan administrasi. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan benar-benar diterapkan dalam menjalankan organisasi dan usaha Koperasi Merah Putih di wilayah masing-masing.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu kunci untuk memastikan koperasi mampu bertahan di tengah persaingan ekonomi yang semakin dinamis.
“Harapan kita, ilmu yang didapat selama mengikuti pelatihan ini dapat diaplikasikan dalam mengelola badan usaha Koperasi Merah Putih di tempat masing-masing,” pungkas Irwan Basir.
Dengan penguatan kapasitas pengurus dan pengawas, serta penerapan manajemen yang profesional, Koperasi Merah Putih diharapkan tidak hanya mampu menjalankan fungsi kelembagaannya, tetapi juga berkembang menjadi badan usaha yang sehat, transparan, produktif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta anggotanya.
Penulisan: Muhammad Haikal.
Editor: Dedi Prima Maha Rajo Dirajo.


