Beranda INFO POLRI Jika Kadung Terinfeksi Covid-19, Inilah Vitamin yang Baik untuk Dikonsumsi saat Isolasi...

Jika Kadung Terinfeksi Covid-19, Inilah Vitamin yang Baik untuk Dikonsumsi saat Isolasi Mandiri

Covid-19
Vitamin C - An Adjunctive Therapy for Respiratory Infection, Sepsis and COVID-19. Image Credit: Tatjana Baibakova / Shutterstock.
Melakukan karantina mandiri atau isolasi mandiri juga perlu mengonsumsi makanan kaya akan nutrisi. Bukan tanpa sebab makanan tersebut dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh sekaligus mencegah atau mengobati Covid-19.

Untuk individu atau keluarga dalam konteks karantina dan isolasi mandiri perlu memerhatikan beberapa asupan yang direkomendasikan.

Terdapat vitamin untuk pasien covid-19 yang bisa membantu melawan virus corona. Apa saja vitamin untuk pasien covid-19 dan suplemen untuk pasien covid?

Simak penjelasannya berikut ini:

BACA JUGA  Doa Bersama Hadapi Covid-19, Gubernur Edy Rahmayadi Berharap Pandemi Segera Berlalu

Vitamin Yang Dapat Dikonsumsi Saat Isolasi Mandiri?
Vitamin C (untuk 14 hari), dengan pilihan ;
– Tablet Vitamin C non acidic 500 mg/6-8 jam oral (untuk 14
hari).
– Tablet isap vitamin C 500 mg/12 jam oral (selama 30 hari)
– Multivitamin yang mengandung vitamin C 1-2 tablet /24 jam
(selama 30 hari).
– Dianjurkan multivitamin yang mengandung vitamin C,B, E, dan Zink.

BACA JUGA  Polda Sumsel Tangkap 39 Pengedar Narkoba

• Vitamin D
– Suplemen: 400 IU-1000 IU/hari (tersedia dalam bentuk
tablet, kapsul, tablet effervescent, tablet kunyah, tablet
hisap, kapsul lunak, serbuk, sirup).
– Obat: 1000-5000 IU/hari (tersedia dalam bentuk tablet 1000
IU dan tablet kunyah 5000 IU).
• Obat tradisional (Fitofarmaka) maupun Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) yang terintegrasi BPOM dapat dipertimbangkan dengan tetap memperhatikan kondisi klinis pasien.
• Obat-obatan yang memiliki sifat antioksidan.

BACA JUGA  Random Tes Antigen Pemudik Masuk Jakarta 13.675 Orang, Kakorlantas: 72 Reaktif Covid-19

Sumber: Buku Saku ED.2 Protokol Tata Laksana Covid-19 di Indonesia, Kementerian Kesehatan.

Facebook Comments