Jokowi Tinjau Proyek Pengembangan Sarana Hunian Kawasan Pariwisata di Labuan Bajo

Presiden Joko Widodo meninjau Proyek Pengembangan Sarana Hunian Pendukung Kawasan Pariwisata di Kampung Baru, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev.
NTT, Radar BI | Presiden Republik Indonesia Ir H. Joko Widodo (Jokowi) menuturkan bahwa saat ini pemerintah tengah berupaya memperbaiki kawasan rumah tidak layak huni menjadi layak huni, sekaligus meningkatkan kualitas rumah dengan fungsi usaha.

Pemerintah tengah berupaya untuk melakukan peningkatan kualitas rumah swadaya untuk usaha pondok wisata (homestay) di Kawasan Pantai Marina, Labuan Bajo.

Jokowi mengatakan bahwa penataan kawasan tersebut bertujuan agar masyarakat sekitar bisa mendapatkan manfaat dari pariwisata di Labuan Bajo.

BACA JUGA  Mahkamah Konstitusi: Putuskan Polisi Berhentikan Periksa Identitas Orang Sesuai Konstitusional
BACA JUGA  Gandeng Kejari, Pemkab Bekasi Tertibkan Tanah Seluas 7,3 Hektar Aset Desa

Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam keterangannya saat meninjau Proyek Pengembangan Sarana Hunian Pendukung Kawasan Pariwisata di Kampung Baru, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur pada hari, Jumat (22/07/2022).

“Yang dilakukan ini adalah penataan kawasan, jadi penataan kawasan Marina tidak hanya urusan penataan plasa, ada amfiteater, tapi juga penataan kampung. Penataan kampung ini diarahkan agar hunian-hunian yang ada itu bisa juga mendapatkan manfaat dari adanya pariwisata yang ada di Labuan Bajo,” ujar Jokowi.

BACA JUGA  Staf Ahli Kapolri Berikan Sosialisasi Penyegaran Pemahaman HAM Bagi Anggota Polri di Polda Sumbar
BACA JUGA  Program Pemerintah Orang Papua Masuk Universitas UI, ITB, UGM, Undip, Unhas dan IPB Diterima Tanpa Tes

Jokowi juga menuturkan bahwa saat ini pemerintah tengah berupaya memperbaiki kawasan rumah tidak layak huni menjadi layak huni, sekaligus meningkatkan kualitas rumah dengan fungsi usaha. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar Labuan Bajo.

Pemerintah pusat bersama-sama dengan pemda melakukan rehab rumah per rumah, ada yang untuk dari rumah biasa menjadi pelaku usaha kios, kemudian dibuat homestay.

Sehingga pariwisata di Labuan Bajo ini betul-betul juga memiliki manfaat untuk yang kecil-kecil, bukan hanya untuk yang bintang 4 bintang 5, tapi yang kecil-kecil itu juga bisa mendapatkan manfaat sehingga naik kesejahteraannya, tuturnya Presiden.

BACA JUGA  Sosok Sujito, Mantan Calon Wali Kota Jadi Otak Penembakan Wartawan Media Online di Simalungun
BACA JUGA  Polda Metro Jaya Tetapkan Roy Suryo Sebagai Tersangka Kasus Penistaan Agama Terkait Meme Patung Budha Mirip Jokowi

Selanjutnya, Jokowi pun menegaskan pentingnya menjaga fasilitas-fasilitas yang telah tersedia, baik dalam aspek pemeliharaan maupun kebersihan. Selain itu, Kepala Negara menginstruksikan pemerintah setempat untuk memberikan pelatihan kepada pelaku wisata homestay.

“Saya sampaikan kepada Pak Bupati Manggarai Barat, Pak Gubernur NTT agar (di) lapangan mengenai sampah, pemeliharaan toilet, kemudian training kepada pelaku-pelaku wisata homestay itu terus dilakukan. Karena yang diperlukan adalah ke sana,” ucap Jokowi.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi mengatakan bahwa upaya penataan kawasan hunian di kawasan-kawasan pariwisata di Tanah Air akan terus dilakukan, sehingga usaha-usaha kecil juga dapat merasakan manfaatnya.

BACA JUGA  Program Sertifikat Tanah Gratis dari Pemerintah, Irwan Basir Berikut Ini Syarat dan Caranya
BACA JUGA  Polda Metro Jaya Amankan 115 Travel Gelap Nekat Angkut Penumpang

“Terakhir di Mandalika juga kita buat seperti ini, kemudian di Labuan Bajo kita buat seperti ini. Nanti di Likupang juga akan seperti itu, jadi semuanya yang kecil-kecil semua dilibatkan, di Borobudur juga, di Toba juga, semuanya. Masyarakat dilibatkan artinya yang dapat manfaat itu bukan hanya yang gede-gede saja,” tuturnya.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana pada kegiatan tersebut yaitu Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, dan Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaSering Jualan Sabu di Binjai, Polisi Ringkus Pengedar Narkoba Warga Asal Pekan Baru
Artikel berikutnyaSoal Insiden Polisi Tembak Polisi, Jokowi: Usut Tuntas dengan Transparan