Beranda INFO POLRI Polda Jatim Berhasil Bongkar Pembuat dan Pengedar Website Palsu Mencairkan Dana PUA...

Polda Jatim Berhasil Bongkar Pembuat dan Pengedar Website Palsu Mencairkan Dana PUA Warga AS

Polda Jatim
Tim Siber Ditreskrimsus Polda Jatim bongkar perkara pembuatan dan penyebaran Scampage/website palsu yang menyerupai website resmi pemerintahan negara Amerika. Tujuan tersangka untuk mendapatkan data pribadi milik warga negara Amerika yang diduga disalahgunakan untuk mencairkan dana PUA (Pandemic Unemployment Assistance) dan untuk dijual.

Kapolda Jatim, Irjen. Pol. Dr. Nico Afinta Karo-Karo, S.I.K., S.H., M.H., didampingi Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes. Pol. Farman dan Kabid Humas Kombes. Pol. Gatot Repli Handoko mengatakan, bahwa aksi kejahatan yang dilakukan dua tersangka berhasil diketahui tim penyidik Ditreskrimsus Polda Jatim pada tanggal 1 Maret 2021 disalah satu kamar hotel di Surabaya Selatan.

“Kedua tersangka tersebut terlibat berinisial SFR (penyebar scampage) dan MZMSBP (pembuat scampage). Sedangkan korban orang yang mengisi data pribadinya kedalam scampage/website palsu, khususnya Warga Negara Amerika,” jelas Kapolda Jatim.

BACA JUGA  Polisi Sita 2 Jurigen Minum Tuak di Basa Ampek Balai Tapan

Jenderal bintang dua tersebut menjelaskan, bahwa modus operandi tersangka memperoleh keuntungan pribadi. Keuntungan yang didapat tersangka berupa mata uang Krypto Bitcoin.

Bisa dikonversikan menjadi mata uang rupiah yang diberikan oleh tersangka berinisial S (DPO diduga WN India), karena perbuatan kedua tersangka tersebut atas permintaan tersangka S.

“Menurut percakapan mereka, data pribadi tersebut digunakan oleh S untuk mencairkan dana PUA (Pandemic Unemployment Assistance), atau dana bantuan untuk pengangguran warga negara Amerika senilat USD $2,000 setiap 1 data orang dan juga untuk dijual lagi seharga USD$ 100 setiap 1 data orang,” jelas Kapolda Jatim.

BACA JUGA  Pasca Kilang RU VI Balongan Terbakar, Kabaharkam: Pentingnya Sistem Pengamanan Kilang Nasional

“Data pribadi milik warga negara Amerika yang telah didapatkan oleh tersangka SFR dan telah diberikan kepada S via percakapan whatsapp dan telegram sekitar 30.000 data. Keuntungan yang telah diterima oleh tersangka SFR selama melakukan perbuatan tersebut diatas kurang lebih sebesar USD $30.000/ sekitar Rp. 420.000.000 (kurs rupiah),” jelas Kapolda Jatim.

Sedangkan keuntungan yang telah diterima oleh tersangka tersebut adalah MZMSBP, selama melakukan perbuatan tersebut diatas sekitar Rp 60.000.000.,- (enam puluh juta rupiah).

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal 32 ayat (2) Jo pasal 48 ayat (2) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik Jo pasal 55 ayat (1) KUHP, dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara dan/atau denda paling banyak 3 Milyar.

BACA JUGA  Polda Jatim Bongkar Penjualan Tabung Oksigen Palsu di Surabaya

Sumber: Divisi Humas Polri.

Facebook Comments