Radar Berita Indonesia | Sedikitnya 26 orang tewas dalam serangan bersenjata terhadap sekelompok wisatawan di wilayah Kashmir yang dikelola India.
Penembakan terjadi di dekat padang rumput terbuka di Pahalgam, ketika sekelompok pria bersenjata keluar dari hutan dan menembaki para wisatawan.
Menurut saksi mata, para penyerang tampak sengaja menyasar pria dan mengabaikan wanita. Pemandu wisata lokal, Waheed, menyebut dirinya membantu mengevakuasi korban luka dengan menunggang kuda.
Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, wilayah Kashmir memang dikenal sebagai lokasi konflik antara pemberontak bersenjata dan pemerintah India sejak 1989.
Tujuan utama kelompok-kelompok tersebut adalah kemerdekaan atau penggabungan dengan Pakistan.
Sementara itu, Kepala Menteri Jammu dan Kashmir, Omar Abdullah, menyebut insiden ini sebagai “serangan terbesar terhadap warga sipil dalam beberapa tahun terakhir” dan mengecam keras pelakunya sebagai “tidak manusiawi dan patut dihina”.
Belum ada kelompok yang mengklaim tanggung jawab atas serangan ini. Namun, wilayah Kashmir telah lama menjadi pusat konflik antara pemberontak bersenjata dan pemerintah India sejak 1989.
Kelompok pemberontak tersebut umumnya menginginkan kemerdekaan atau penggabungan dengan Pakistan, yang menguasai sebagian wilayah Kashmir.


