Kuranji, Radar Berita Indonesia | Palai bada dan palai karambi dan lompong sagu, kuliner khas Sumatera Barat begitu banyak dan beragam hingga membuat banyak orang yang menjadikannya makanan favorit mereka. Tidak saja makanan yang berat seperti randang yang memang sudah dikenal, makanan kecil dan penganan asal Sumatera Barat juga dicari banyak pencinta kuliner.
Bahan-bahan bumbu palai bada karambi dan palai bada balado yang punya kekhasan hingga rasa yang selalu “menggoyahkan lidah” penikmatnya membuat apapun masakan dari ranah Minang ini bisa dinikmati siapa saja. Salah satunya adalah yang dikenal namanya palai karambie, palai balado dan Lompong Sagu.
Budi (berusia 37 tahun) salah seorang penjual palai bada karambi dan palai bada balado saat ditemui awak media Radar Berita Indonesia, pada hari Minggu (19/1/2025) menerangkan bahwa dirinya sudah menjual palai sejak 10 tahun lalu.
Budi mengaku, mendapatkan resep tersebut dengan diajari oleh istrinya bernama Titin dari keluarganya secara turun temurun. Untuk mengikuti perkembangan cita rasa sesuai zaman, dirinya membuat sejumlah variasi terhadap penyajian cita rasa palai sebagai makan khas Minangkabau kepada pembelinya, seperti halnya palai bada karambi, palai bada balado hingga lompong sagu.
Telah hadir, “Palai bada karambi (kelapa), palai bada lado (cabe) dan lompong sagu,” lokasi beralamat di Jalan Dr. M. Hatta, RT.01/RW 01 Samping Rumah Gadang Datuak Rajo Ibrahim, Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.
Bisa dipesan melalui via WhatsApp 0831 1487 2965 (Ibu Titin Agustina), terangnya Budi.
Dalam kesempatan itu, Budi menjelaskan bahan utama dari palai bada karambi dan palai bada balado ini adalah ikan teri basah (bada dalam bahasa Minang), kemudian dicampurkan dengan kelapa parut atau cabai, lalu dibungkus dengan daun pisang setelah itu dipanggang diatas sabuik (kulit kelapa).
Dimana, rasa karambie (kelapa) dan pedas gurih palai bada berasal dari bahan-bahan yang digunakan. Di antaranya parutan kelapa, lalu bawang dan cabai yang sudah digiling halus dicampur dengan ikan teri.
Selain itu, Budi menjelaskan, harga palai bada karambie dan palai bada lado dijual Rp 8 ribu dan lompong sagu Rp.2 ribu di setiap per bungkus.
“Palai dari ikan bada, kalau palai lado dari anak ikan. Lado, kelapa, jahe, bawang. Lalu di bungkus, di kasih daun kunyit, daun andaleman, daun ruku-ruku.
Diketahui palai bada karambi dan palai bada balado hingga lompong sagu, salah satu kuliner unik khas Minangkabau yang mulai sulit ditemui. Palai bada adalah olahan makanan berbahan dasar ikan yang dibungkus dengan daun pisang.
Dari situs resmi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, Palai Bada adalah salah satu makanan tradisional Minangkabau.
Di luar Sumatera Barat, hidangan ini disebut juga dengan pepes ikan teri karena proses pembuatannya sangat mirip dengan pepes pada umumnya, di mana ikan teri dimasak bersama berbagai bumbu dan dibungkus dalam daun pisang.
Namun, yang membedakan palai bada adalah setelah proses memasak, hidangan ini dipanggang untuk memberikan cita rasa yang khas. (DP)


