Radar Berita Indonesia – Anggota DPRD Kota Padang, Erianto, melayat ke rumah duka almarhum Muslimin (52) di Rimbo Tarok, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Jumat (6/3/2026) malam.
Berdasarkan pantauan awak media, almarhum Muslimin dimakamkan di pandam pekuburan kaum pada Sabtu (7/3/2026) siang, yang dihadiri keluarga, kerabat, serta masyarakat setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Erianto menyampaikan ungkapan duka cita sekaligus mengingatkan bahwa kematian merupakan kepastian bagi setiap manusia.
Ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an, “Kullu nafsin dzaikatul maut”, yang berarti setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.
“Ke hidupan di dunia ini hanyalah sementara. Karena itu, waktu yang singkat ini hendaknya kita gunakan untuk memperbanyak ibadah kepada Allah SWT. Siapa pun kita dan apa pun pangkat serta jabatan kita, semuanya tidak akan berarti ketika maut telah datang. Yang akan kita bawa hanyalah amal ibadah,” ujar Erianto.
Menurutnya, peristiwa kematian hendaknya menjadi pengingat bagi setiap manusia bahwa kehidupan dunia tidaklah kekal.
“Hari ini mungkin kita datang melayat orang lain. Namun suatu saat nanti bisa saja kita yang terbujur dan orang-orang yang datang melayat ke tempat kita. Kita tidak pernah tahu kapan waktunya, karena itu adalah rahasia Allah SWT,” katanya.
Erianto juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan persaudaraan sesama umat Islam. Ia mengutip ayat “Innamal mukminuuna ikhwatun” yang berarti sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.
“Kehadiran kita di rumah duka ini merupakan bentuk persaudaraan dan kepedulian sesama manusia. Ini juga bagian dari menjaga hubungan habluminannas, yaitu hubungan baik antar sesama,” ungkapnya.
Selain itu, Erianto menyampaikan bahwa kematian juga menjadi pelajaran berharga bagi manusia agar selalu mengingat kehidupan akhirat.
Ia turut mengutip sabda Rasulullah SAW, “Wa kafa bil mauti wa’idza”, yang berarti cukuplah kematian itu menjadi pelajaran bagi manusia.
Di akhir penyampaiannya, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia tersebut mengingatkan bahwa ketika manusia meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga perkara.
“Rasulullah SAW bersabda bahwa ketika anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang saleh,” tuturnya.
Ia juga mengajak keluarga yang ditinggalkan untuk terus mendoakan almarhum agar segala amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT dan mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.
Erianto juga mengenang sosok almarhum Muslimin sebagai teman masa mudanya.
“Almarhum merupakan kawan bermain saya sejak muda. Beliau dikenal sebagai pribadi yang baik dan pekerja keras,” pungkasnya. (DP)


