BerandaINFO TNI3 Prajurit TNI Gugur, Lima Luka dalam Serangan di Lebanon Saat Misi...

3 Prajurit TNI Gugur, Lima Luka dalam Serangan di Lebanon Saat Misi UNIFIL

Radar Berita Indonesia – Sebanyak delapan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi korban dalam serangan di Lebanon Selatan saat menjalankan misi perdamaian dunia bersama United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Dari jumlah tersebut, tiga prajurit dilaporkan gugur, sementara lima lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa pertama gugur tiga prajurit TNI terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026, di markas UNIFIL yang berada di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan. Dalam insiden tersebut, satu prajurit TNI, Praka Farizal Rhomadhon, gugur dalam tugas.

Almarhum diketahui menjabat sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kompi Markas (Kima) Yonif 113/JS dan meninggalkan seorang istri serta satu anak yang masih berusia dua tahun.

Selain korban jiwa, tiga prajurit lainnya mengalami luka-luka. Dua di antaranya menjalani perawatan di Hospital Level I UNIFIL, sementara satu prajurit, Praka Rico Pramudia, harus dievakuasi menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit St George di Beirut guna mendapatkan penanganan medis lanjutan. Jenazah Praka Farizal disemayamkan di East Sector Headquarters (HQ) UNIFIL.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Aulia Dwi Narsullah, menyampaikan bahwa insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya intensitas konflik di wilayah tersebut.

Ia menegaskan bahwa pihak TNI telah meningkatkan kewaspadaan sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP) yang berlaku dalam misi UNIFIL.

“Insiden terjadi di tengah saling serang artileri dan hingga saat ini belum dapat dipastikan pihak yang secara langsung menyebabkan kejadian tersebut. Proses investigasi masih dilakukan oleh UNIFIL,” ujar Aulia, Senin (30/3/2026).

Sehari berselang, pada Senin, 30 Maret 2026, kembali terjadi insiden yang menambah jumlah korban dari prajurit TNI. Dua prajurit dilaporkan gugur akibat ledakan kendaraan saat menjalankan tugas pengawalan konvoi UNIFIL di wilayah Lebanon Selatan.

Kedua prajurit yang gugur adalah Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Keduanya merupakan bagian dari Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam East Mobile Reserve (SEMR).

Saat kejadian, tim tersebut tengah mengawal konvoi kendaraan dari Markas Komando (Mako) Sektor Timur UNIFIL United Nations Post (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1.

Ledakan yang terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi menyebabkan kendaraan yang dikawal mengalami kerusakan fatal dan menewaskan dua prajurit tersebut.

“Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi, di mana terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya dua prajurit TNI,” kata Aulia, Selasa (31/3/2026), seperti dilansir Antara.

Dalam insiden kedua ini, dua prajurit lainnya juga mengalami luka-luka, yakni Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto.

Berikut data korban prajurit TNI dalam insiden di Lebanon Selatan:

Prajurit Gugur:

– Praka Farizal Rhomadhon
– Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar
– Sertu Muhammad Nur Ichwan

Prajurit Luka-luka:

– Praka Rico Pramudia
– Praka Bayu Prakoso
– Praka Arif Kurniawan
– Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana
– Praka Deni Rianto

Peristiwa ini menambah daftar panjang risiko yang dihadapi prajurit TNI dalam menjalankan misi perdamaian dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Hingga saat ini, investigasi resmi masih dilakukan oleh pihak UNIFIL untuk memastikan penyebab pasti dari kedua insiden tersebut di tengah situasi konflik yang terus memanas di Lebanon Selatan.

Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read