Radar Berita Indonesia – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Padang Erianto menyampaikan pesan moral kepada seluruh jajaran pengurus, pengurus cabang olahraga, pelatih, atlet, official, dan seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Sumatera Barat.
Pesan tersebut menekankan bahwa perjuangan menuju PORPROV tidak semata-mata mengejar medali dan prestasi, tetapi juga menjaga integritas, sportivitas, persatuan, serta kehormatan organisasi dan nama baik Kota Padang.
Dalam pesannya, Ketua KONI Kota Padang Erianto menegaskan bahwa prestasi memang menjadi target utama, namun pencapaian tersebut harus diraih melalui cara yang terhormat dan sesuai aturan.
“Medali adalah target, tetapi integritas adalah harga diri. Jangan sampai demi mengejar satu medali, kita mengorbankan persatuan, aturan, kejujuran, dan nama baik KONI,” tegasnya.
Menurutnya, kemenangan yang diraih dengan menjunjung tinggi sportivitas dan etika jauh lebih bermakna dibandingkan prestasi yang diperoleh dengan mengorbankan kehormatan organisasi.
Ia juga mengajak seluruh unsur KONI dan cabang olahraga untuk menyatukan langkah. Perbedaan pendapat, kata dia, merupakan hal yang wajar dalam organisasi, namun tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persatuan.
“Berbeda dalam pendapat, bersatu dalam tujuan,” menjadi salah satu pesan yang ditekankan dalam menghadapi PORPROV.
Atlet Harus Menjadi Prioritas
Ketua KONI Kota Padang Erianto juga meminta agar seluruh kebijakan dalam persiapan PORPROV menempatkan atlet sebagai prioritas utama.
Atlet, menurutnya, tidak boleh hanya menjadi perhatian ketika membutuhkan medali. Mereka harus memperoleh pembinaan, pendampingan, fasilitas, kepastian serta penghargaan yang layak.
“Pada akhirnya, yang berjuang di arena adalah atlet, tetapi yang membawa nama Kota Padang adalah kita semua,” ujarnya.
Selain itu, ia mengingatkan seluruh jajaran agar tidak mudah membesar-besarkan persoalan internal. Setiap masalah yang muncul diharapkan dapat diselesaikan melalui mekanisme organisasi dengan komunikasi yang sehat dan kepala dingin.
“Kalau ada masalah, selesaikan di meja organisasi, bukan di ruang publik. Kalau ada perbedaan, bicarakan dengan kepala dingin. Kalau ada kekurangan, kita perbaiki bersama,” pesannya.
Kepentingan Olahraga Harus di Atas Kepentingan Pribadi
Dalam kesempatan tersebut, Erianto juga mengingatkan agar kepentingan pribadi maupun kelompok tidak mengalahkan kepentingan olahraga.
Menurutnya, KONI merupakan wadah pembinaan olahraga dan pengabdian, sehingga setiap jabatan harus dipandang sebagai amanah dan tanggung jawab.
“Jabatan adalah amanah. Kepengurusan adalah tanggung jawab. Kesempatan mengabdi kepada olahraga adalah kehormatan,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh pihak meninggalkan ego dan persaingan internal yang tidak produktif agar energi organisasi sepenuhnya diarahkan untuk meningkatkan prestasi olahraga Kota Padang.
Junjung Sportivitas dan Jaga Nama Baik Kota Padang
Menghadapi PORPROV, seluruh kontingen Kota Padang juga diminta memegang teguh aturan pertandingan dan menjunjung tinggi prinsip fair play.
Tidak hanya atlet, pengurus, pelatih dan official juga diminta menjaga sikap selama mengikuti seluruh rangkaian PORPROV.
Sebab, ketika kontingen Kota Padang berada di arena pertandingan, yang dibawa bukan hanya seragam dan bendera KONI, tetapi juga nama baik daerah.
“Setiap orang membawa tiga hal: prestasi, integritas, dan etika,” ujarnya.
Ia berharap PORPROV tidak hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga momentum memperkuat sistem pembinaan olahraga, meningkatkan komunikasi antara KONI dan cabang olahraga, serta melahirkan atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama Kota Padang hingga tingkat nasional dan internasional.
“Menangkan Hati Masyarakat dengan Integritas”
Menutup pesannya, Erianto mengajak seluruh elemen olahraga untuk menjadikan PORPROV sebagai perjuangan bersama.
“Jangan hanya mengejar kemenangan di arena, tetapi menangkan juga hati masyarakat dengan integritas kita.”
Ia menegaskan, kemenangan harus disikapi dengan rendah hati, sementara kekalahan harus diterima dengan terhormat. Setiap keberhasilan harus disyukuri dan setiap persoalan harus diselesaikan tanpa saling menyalahkan.
Sebab, menurutnya, PORPROV pada akhirnya akan selesai dan medali akan tersimpan, tetapi nama baik serta kehormatan organisasi akan dikenang jauh lebih lama.
“Mari kita satukan tekad: Satu KONI, satu perjuangan, satu tujuan: PADANG JUARA. Membangun olahraga Kota Padang yang berprestasi, bermartabat, dan berintegritas,” pungkasnya. (DP)


