Radar Berita Indonesia – Peta politik Sumatera Barat menuju Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2029 mulai menarik perhatian. Sejumlah nama tokoh politik mulai diperbincangkan, termasuk dua kader Partai Golkar, Khairunas dan Audy Joinaldy.
Khairunas merupakan Bupati Solok Selatan sekaligus kader Partai Golkar. Pengalamannya memimpin pemerintahan kabupaten serta basis politik yang dimilikinya di wilayah Solok Selatan menjadi salah satu modal yang membuat namanya turut diperhitungkan dalam dinamika politik Sumatera Barat ke depan.
Sementara itu, Audy Joinaldy merupakan mantan Wakil Gubernur Sumatera Barat periode 2021–2024. Audy bergabung dengan Partai Golkar pada 2024, sehingga pengalaman pemerintahan di tingkat provinsi dan posisi politiknya di partai tersebut turut menempatkan namanya dalam pembicaraan mengenai konstelasi politik Sumbar.
Keduanya memiliki latar belakang dan pengalaman yang berbeda. Khairunas lebih banyak dikenal melalui pengalaman memimpin pemerintahan di tingkat kabupaten, sedangkan Audy memiliki pengalaman langsung dalam pemerintahan provinsi sebagai wakil gubernur.
Perbedaan pengalaman tersebut membuat dinamika keduanya menarik untuk dicermati, terutama jika Partai Golkar nantinya membuka penjaringan atau menentukan figur yang akan diusung dalam Pilgub Sumbar 2029.
Namun, hingga saat ini belum ada keputusan resmi yang menetapkan Khairunas maupun Audy Joinaldy sebagai calon gubernur yang akan diusung Partai Golkar. Proses politik masih panjang dan berbagai kemungkinan masih terbuka.
Selain persoalan elektabilitas dan kekuatan politik, masyarakat tentu akan melihat lebih jauh gagasan serta rekam jejak setiap tokoh. Bagi generasi muda, misalnya, isu lapangan kerja, pendidikan, teknologi, ekonomi kreatif, pengembangan UMKM, pertanian modern, pariwisata, hingga peluang untuk mengembangkan usaha di daerah menjadi bagian penting dalam menentukan arah kepemimpinan Sumatera Barat ke depan.
Begitu pula bagi masyarakat secara luas. Ukuran keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya dilihat dari kemampuan menyampaikan gagasan, tetapi juga dari sejauh mana kebijakan pemerintah mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperluas pembangunan, memperbaiki pelayanan publik, dan menghadirkan manfaat yang dirasakan hingga ke daerah.
Dalam konteks tersebut, pengalaman Khairunas dan Audy Joinaldy menjadi bagian dari rekam jejak yang dapat menjadi bahan pertimbangan publik.
Khairunas memiliki pengalaman memimpin daerah dan berhadapan langsung dengan berbagai persoalan pemerintahan di tingkat kabupaten. Sementara Audy Joinaldy telah memiliki pengalaman di pemerintahan provinsi serta memahami dinamika penyelenggaraan pemerintahan Sumatera Barat.
Meski demikian, siapa yang nantinya akan maju dalam Pilgub Sumbar 2029 sangat bergantung pada perkembangan politik, hasil komunikasi antarpartai, mekanisme internal Partai Golkar, tingkat dukungan masyarakat, serta keputusan para tokoh yang bersangkutan.
Dengan tahapan politik 2029 yang masih cukup panjang, terlalu dini untuk menyimpulkan siapa yang akan menjadi kandidat. Namun, munculnya nama Khairunas dan Audy Joinaldy menunjukkan bahwa dinamika internal dan eksternal Partai Golkar di Sumatera Barat layak untuk terus diamati.
Pada akhirnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan figur yang populer, tetapi juga pemimpin yang memiliki kapasitas, rekam jejak, integritas, serta gagasan yang mampu menjawab tantangan Sumatera Barat di masa depan.
Peta politik masih sangat dinamis. Khairunas dan Audy Joinaldy kini menjadi dua nama yang patut masuk radar dalam membaca kemungkinan arah politik Partai Golkar di Sumatera Barat menuju 2029. (Dp)


