Radar Berita Indonesia – Peristiwa pembunuhan tragis menggegerkan warga Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, pada Selasa (7/4/2026). Seorang pria yang diketahui sebagai kepala keluarga tewas secara mengenaskan diduga dibunuh oleh anak kandungnya sendiri.
Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan luka parah di bagian leher akibat senjata tajam. Luka tersebut dilaporkan hampir memutuskan leher korban.
Peristiwa tragis ini terungkap sebagai kasus anak bunuh ayah kandung, yang sontak mengejutkan warga sekitar dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban serta masyarakat setempat.
Pelaku diketahui merupakan anak kandung korban sendiri. Identitas lengkap pelaku dan korban hingga kini belum dipublikasikan oleh pihak kepolisian demi kepentingan penyelidikan.
Peristiwa berdarah ini terjadi di sebuah rumah di Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau.
Insiden tersebut terjadi pada Selasa (7/4/2026), dan langsung menarik perhatian warga setempat.
Motif pembunuhan hingga kini masih dalam tahap pendalaman oleh aparat kepolisian. Berdasarkan keterangan sementara dari warga sekitar, pelaku dikenal sebagai pribadi yang baik dan tidak menunjukkan tanda-tanda mencurigakan sebelumnya.
Kasus ini pertama kali terungkap setelah warga mendengar suara keributan dari dalam rumah korban. Karena curiga, warga kemudian mendatangi lokasi kejadian. Saat tiba di rumah tersebut, pelaku diketahui masih berada di tempat dan tidak berusaha melarikan diri.
Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa pelaku telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
“Benar, pelaku adalah anak kandung korban. Saat ini sudah kami amankan untuk pemeriksaan,” ujar AKBP Fahrian dalam keterangannya.
Lebih lanjut, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif guna mengungkap secara jelas kronologi serta motif di balik tindakan keji tersebut.
“Motifnya masih kami dalami. Menurut keterangan tetangga, pelaku dikenal baik. Oleh karena itu, kami akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk membuat terang peristiwa ini,” tambahnya.
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi guna melengkapi proses penyidikan.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya perhatian terhadap kondisi psikologis dan sosial dalam lingkungan keluarga, guna mencegah terjadinya tindak kekerasan serupa.


