Radar Berita Indonesia – Sejak bencana banjir melanda Kota Padang, akses jalan utama menuju kawasan Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Sumatera Barat, hingga kini masih terputus total akibat banjir susulan yang kembali terjadi.
Luapan air sungai disertai material lumpur dan bebatuan menutup badan jalan, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, menyebabkan aktivitas warga lumpuh total.
Akibat terputusnya akses tersebut, ratusan warga di kawasan Batu Busuk terisolasi dan kesulitan melakukan mobilitas, termasuk untuk memenuhi kebutuhan pokok, mengakses layanan kesehatan, hingga aktivitas pendidikan.
Warga setempat terpaksa menggunakan jalur alternatif yang berisiko tinggi atau menunggu bantuan dari pihak berwenang untuk menembus lokasi terdampak.
Banjir susulan terjadi akibat intensitas hujan yang masih tinggi dalam beberapa hari terakhir, ditambah kondisi tanah yang labil pascabencana awal.
Aliran sungai meluap dan menggerus badan jalan, memicu longsoran kecil yang semakin memperparah kerusakan infrastruktur. Hingga saat ini, genangan air dan material sisa banjir belum sepenuhnya surut.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait telah melakukan peninjauan ke lokasi dan berupaya melakukan pembersihan serta penanganan darurat.

Namun, proses pemulihan terkendala cuaca yang belum stabil. Warga berharap akses jalan Batu Busuk segera dibuka kembali agar aktivitas sosial dan ekonomi dapat berjalan normal serta mencegah dampak lanjutan yang lebih luas.
Pantauan di lokasi menunjukkan badan jalan utama Batu Busuk tertutup lumpur tebal, bebatuan, serta sisa material kayu yang terbawa arus banjir.
Pada beberapa titik, struktur jalan mengalami retakan dan ambles, sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan apabila dipaksakan untuk dilalui.
Kondisi ini memperparah situasi warga yang sejak awal bencana belum sepenuhnya pulih.
Sejumlah warga mengaku sudah berhari-hari tidak dapat keluar masuk kawasan tersebut. Mereka terpaksa membatasi aktivitas dan mengandalkan persediaan logistik seadanya.
“Sejak banjir pertama sampai sekarang, jalan belum bisa dilewati. Kalau hujan turun, kami khawatir banjir susulan kembali datang,” ujar salah seorang warga Batu Busuk.
Pihak pemerintah kota melalui instansi teknis terkait telah menurunkan alat berat untuk membuka akses dan membersihkan material banjir.
Aparat gabungan juga disiagakan guna mengantisipasi kemungkinan banjir lanjutan dan membantu warga terdampak.
Namun, proses penanganan masih bersifat darurat sambil menunggu kondisi cuaca membaik.
Warga berharap pemerintah dapat mempercepat perbaikan infrastruktur jalan serta melakukan penanganan jangka panjang guna mencegah bencana serupa terulang.
Akses Batu Busuk dinilai sebagai jalur vital bagi aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat Kecamatan Pauh, sehingga pemulihan segera menjadi kebutuhan mendesak.
Sumber: Anizar Rajo Intan.
Editor: Dedi Prima Maha Rajo Dirajo.


