BerandaKESEHATANBerani Bekam Kepala: Manfaat, Risiko dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Berani Bekam Kepala: Manfaat, Risiko dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Radar Berita Indonesia – Bekam kepala adalah salah satu metode pengobatan tradisional yang cukup populer di Indonesia.

Banyak orang memilih terapi bekam kepala ini untuk meredakan sakit kepala, pegal, atau membuang ‘racun’ dari tubuh. Namun, sebelum mencobanya, penting untuk memahami manfaat, risiko, dan hal-hal yang perlu diperhatikan.

Apa Itu Bekam Kepala?

Bekam kepala merupakan teknik pengobatan tradisional yang dilakukan dengan menempelkan alat berbentuk cangkir ke kulit kepala untuk menciptakan hisapan.

Hisapan ini bertujuan meningkatkan aliran darah di area tertentu, biasanya di bagian belakang atau samping kepala, tergantung pada keluhan pasien.

Terdapat dua jenis bekam yang umum digunakan:

– Bekam kering: dilakukan tanpa sayatan dan tanpa mengeluarkan darah.

– Bekam basah: dilakukan dengan membuat sayatan kecil untuk mengeluarkan darah dari tubuh.

Meskipun banyak dipercaya, efektivitas dan keamanannya masih terus diteliti secara medis.

Manfaat Bekam Kepala yang Diyakini Masyarakat

Beberapa manfaat bekam kepala yang dipercaya oleh masyarakat, antara lain:

1. Meredakan sakit kepala atau migrain Bekam dipercaya dapat melancarkan peredaran darah dan mengurangi ketegangan otot di area kepala, sehingga membantu meredakan sakit kepala atau migrain. Meski demikian, bukti ilmiah terkait efektivitasnya masih terbatas.

2. Mengurangi stres Hisapan pada kulit kepala dapat menimbulkan efek relaksasi, membuat tubuh lebih tenang dan pikiran lebih rileks, sehingga membantu meredakan stres.

3. Mengatasi pegal atau kaku di leher Bekam kepala juga kerap digunakan untuk meredakan rasa kaku, tegang, atau pegal di area leher, terutama setelah beraktivitas berat atau duduk terlalu lama.

Catatan: Meski manfaat-manfaat di atas banyak dipercaya masyarakat, penelitian medis yang mendukungnya masih terbatas. Artinya, efektivitas bekam kepala belum bisa dipastikan secara ilmiah.

Risiko dan Efek Samping Bekam Kepala

Sebelum menjalani terapi bekam kepala, penting untuk mengetahui berbagai risiko dan efek sampingnya, seperti:
– Luka atau infeksi pada kulit kepala
– Kepala terasa pusing
– Badan lemas dan mual
– Kulit memar
– Alergi atau perdarahan
– Risiko perdarahan lebih tinggi pada orang dengan gangguan pembekuan darah

Bekam kepala tidak disarankan untuk orang yang memiliki kondisi berikut:
– Anemia
– Hemofilia
– Ibu hamil
– Pasca-operasi kepala
– Infeksi kulit di area kepala

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Bekam Kepala

Untuk meminimalkan risiko dan memastikan terapi dilakukan dengan aman, perhatikan beberapa hal berikut:

– Pilih terapis berpengalaman dan pastikan alat yang digunakan dalam keadaan bersih dan steril.

– Jangan lakukan bekam jika ada luka terbuka, infeksi, atau gangguan kulit di kepala.

– Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, terutama jika memiliki penyakit kronis, sedang mengonsumsi obat tertentu, atau memiliki kondisi medis khusus.

– Pantau reaksi tubuh setelah bekam. Jika muncul infeksi, nyeri hebat, demam, atau perdarahan, segera hubungi tenaga medis.

Kesimpulan

Bekam kepala bisa menjadi salah satu alternatif pengobatan tradisional untuk meredakan keluhan ringan seperti sakit kepala, stres, atau pegal. Namun, karena belum terbukti secara ilmiah dan tetap mengandung risiko, penting untuk berhati-hati.

Utamakan keselamatan, konsultasikan dengan dokter, dan pastikan terapi dilakukan oleh tenaga terlatih sebelum memutuskan untuk menjalani bekam kepala.

Google News

Must Read

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini