Beranda INFO POLRI Polda Aceh Tangkap Pria Posting Rekrut Anggota GAM di Facebook

Polda Aceh Tangkap Pria Posting Rekrut Anggota GAM di Facebook

Polda
Polda Aceh menangkap seorang petani di Kabupaten Aceh Utara, karena diduga membuat konten bersifat provokatif di media sosial (Facebook). Dalam postingan tersebut pelaku menulis telah dibuka pendaftaran GAM wilayah Sumatra untuk GAM.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh Kombes. Pol. Margiyanta didampingi Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes. Pol. Winardy di Banda Aceh pada hari, Jumat (23/04/2021), mengatakan terduga pelaku berinisial MJ (berusia 32 tahun).

“Terduga pelaku merupakan pemilik akun Facebook yang berisi konten provokatif. MJ berprofesi sebagai petani, warga Desa Alue Dua, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara,” ujar Kabid Humas Polda Aceh.

BACA JUGA  Antisipasi Lonjakan Covid-19 Pasca Libur Lebaran, Santri Dayah Mini Aceh Diswab Antigen
Saat diperiksa oleh pihak kepolisian, karena status yang ditulis MJ tersebut sangat provokatif dan dikhawatirkan akan berdampak negatif.

Kepala Bidang Humas Polda Acehy mengatakan, MJ ditangkap dan ditahan karena menulis sebuah status di akun Facebook miliknya bernama ‘Alu Basoka’ yang mengandung unsur provokatif.

“Adapun konten atau status terduga pelaku di media sosial terkait dengan ajakan pembukaan pendaftaran Gerakan Aceh Merdeka atau GAM,” kata Kombes. Pol. Winardy.

BACA JUGA  Gandeng Cut Bull, Polres Lhokseumawe Sosialisasi Prokes dan Call Center 110 Lewat Video

Dalam statusnya, pelaku menulis “Mengingat, menimbang, merasakan, karena MoU bin Helsinki ka innalillahi… memutuskan telah dibuka pendaftaran GAM wilayah Sumatra untuk GAM yang na di Aceh….syarat dan ketentuan berlaku. GAM Sumatra”.

“Status yang ditulis MJ tersebut sangat provokatif dan dikhawatirkan akan berdampak negatif. Terduga pelaku MJ ditangkap di Peureulak, Aceh Timur pada hari, Rabu (21/04/2021) dan diamankan ke polres setempat,” tuturnya.

BACA JUGA  27 CCTV - Speedcam ETLE Siap Tindak Pelanggar Lalin di Jateng

Polisi menyangkakan terduga pelaku dengan Pasal 28 Ayat (2) jo Pasal 45A Ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE).

Terduga pelaku juga disangkakan dengan Pasal 14 dan 15 Undang-Undang RI Nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana, pungkas. Kombes Pol Winardy.

Sumber: Divisi Humas Polri.

 

Facebook Comments