Beranda INFO POLRI Dalam Sidang Habib Rizieq, Saksi Ahli: Makna Hasutan dan Undangan Berbeda

Dalam Sidang Habib Rizieq, Saksi Ahli: Makna Hasutan dan Undangan Berbeda

Hasutan
Habib Rizieq Shihab.
Saksi ahli yang dihadirkan dalam lanjutan sidang kasus dugaan kerumunan dengan terdakwa Habib Rizieq Shihab dari Universitas Indonesia, Frans Asisi menyatakan kata hasutan dan undangan memiliki perbedaan makna.

Menurut Frans, kata hasutan merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) undangan yakni mengundang agar yang diundang datang pada suatu jamuan dan sebagainya.

“Undangan mengundang supaya datang mempersilakan hadir,” kata Frans di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Senin (17/05/2021).

Selanjutnya, hasutan yakni memiliki konotasi negatif dan dapat membuat seseorang marah.

“Antara undangan keagamaan dengan hasutan berbeda,” ujarnya.

BACA JUGA  Polri Gerak Cepat Tangani Banjir dan Tanah Longsor di NTT

Dikatakan Frans beda hasutan dengan undangan terletak pada unsur adanya pelanggaran untuk menentang aturan. Kembali ke istilah menghasut ya, itu kan mengundang bukan menghasut.

Lain persoalan kalau menghasut untuk tidak cuci tangan, tidak peduli masalah Covid, tidak usah cuci tangan, tidak usah pakai masker, itu pembodohan untuk kita semua, membuat kita terhalang untuk silaturahmi, misalnya ada mengatakan seperti itu, ungkapnya.

BACA JUGA  Instruksi Kapolri Soal Narkoba, Polri Beberapa Polda Sudah Adakan Tes Urine Massal

Menurut dia, hasutan digunakan condong untuk mendapatkan sesuatu. Jika penghasut dan orang yang dihasut itu tidak sama dengan yang dipikirkan dan tidak terjadi maka tidak masuk dalam hal hasutan.

“Penghasutan karena membuat orang marah dengan terhadap pihak tertentu, misalnya pemerintah, dan melakukan aksi atau sikap sehingga dari hasutan itu diharapkan tujuannya ada suatu sikap. Jadi antara penghasut dengan yang dihasut ada the meeting of mind,” katanya.

Facebook Comments