BerandaRadar Berita IndonesiaPEMERINTAHDenny Abdi, Putra Minang dari Sungai Penuh yang Menembus Panggung Diplomasi Dunia

Denny Abdi, Putra Minang dari Sungai Penuh yang Menembus Panggung Diplomasi Dunia

Radar Berita Indonesia – Dari sebuah daerah di pinggiran Sungai Penuh, lahir sosok diplomat tangguh yang kini menjadi salah satu pilar penting dalam diplomasi Indonesia. Denny Abdi membuktikan bahwa latar belakang sederhana bukan penghalang untuk mencapai posisi strategis di tingkat nasional bahkan internasional.

Denny Abdi lahir pada 12 Januari 1970 di Sungai Penuh, Jambi. Sebagai putra Minangkabau, ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Padang melalui sekolah-sekolah di bawah Yayasan Prayoga, yakni SD Agnes, SMP Maria, dan SMA Don Bosco. Sejak muda, ia telah menunjukkan karakter disiplin serta aktif dalam berbagai kegiatan organisasi.

Pendidikan tinggi ditempuhnya di Universitas Andalas dengan mengambil jurusan Manajemen di Fakultas Ekonomi dan lulus pada 1995. Selama masa kuliah, ia aktif sebagai Sekretaris Jenderal Badan Perwakilan Mahasiswa, Ketua Himpunan Jurusan, serta terlibat dalam organisasi internasional AIESEC.

Denny Abdi kemudian melanjutkan studi magister di Universitas Indonesia dan meraih gelar M.Si. di bidang Hubungan Internasional pada 1999.

Sebelum meniti karier sebagai diplomat, Denny sempat berkiprah di sektor swasta, mulai dari posisi asisten manajer di Ferrostaal Indonesia, manajer ekspor di Sumatera Jaya Commodities, hingga staf di Bank Universal.

Namun, panggilan untuk mengabdi kepada negara membawanya bergabung dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pada 1997 sebagai calon pegawai negeri sipil.

Karier diplomatiknya dimulai pada 1999, dengan penugasan luar negeri pertamanya di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Canberra pada 2001-2005 sebagai Sekretaris Kedua.

Pengalaman internasionalnya terus berkembang, termasuk saat menjadi asisten juru bicara Presiden untuk hubungan internasional mendampingi Dino Patti Djalal (2005-2007), serta menjabat berbagai posisi strategis di lingkungan Kementerian Luar Negeri.

Denny juga pernah bertugas di Perutusan Tetap RI di New York (2008-2012) dan Jenewa (2015-2017), serta menjabat Kepala Subdirektorat Ekonomi dan Keuangan Internasional di Jakarta.

Puncak kariernya sebelum menjadi pejabat tinggi negara adalah ketika ia dipercaya sebagai Direktur Asia Tenggara pada 2017, mengelola hubungan bilateral Indonesia dengan negara-negara kawasan ASEAN.

Pada 2020, Presiden Joko Widodo melantik Denny Abdi sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Vietnam. Ia menyerahkan surat kepercayaan pada Maret 2021 di Hanoi dan sukses memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Atas kontribusinya, Pemerintah Vietnam menganugerahkan Medali Persahabatan pada Oktober 2025.

Kariernya semakin cemerlang ketika pada 17 September 2025, ia dilantik sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri RI.

Tak hanya itu, pada 29 November 2025, ia juga dipercaya memimpin Ikatan Alumni Universitas Andalas (IKA Unand) periode 2025-2029.

Pada 2026, ia mendapat amanah tambahan sebagai Komisaris Utama PT Hutama Karya serta Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral.

Perjalanan hidup Denny Abdi menjadi cerminan nyata bahwa integritas, kerja keras, dan dedikasi terhadap bangsa mampu mengantarkan seseorang ke puncak pengabdian.

Ia tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Minangkabau, tetapi juga inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus bermimpi, berusaha, dan berkontribusi bagi negeri.

Kisah ini menegaskan bahwa dari daerah, lahir tokoh-tokoh besar yang mampu membawa nama Indonesia ke panggung dunia.

Penulis: Dedi Prima Maha Rajo Dirajo.

Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read