Radar Berita Indonesia – SMAN 7 Padang yang mewakili Kecamatan Koto Tangah berhasil meraih gelar juara pada Kejuaraan Bola Tangan antar SMA/sederajat se-Kota Padang.
Kepastian tersebut diraih setelah SMAN 7 Padang menaklukkan SMAN 4 Sumbar, wakil Kecamatan Kuranji, pada partai final kejuaraan bola tangan yang digelar di Lapangan Rafely Futsal, Kamis (12/2/2026).
Pertandingan final berlangsung sengit sejak awal laga. Kedua tim tampil menyerang dan saling berbalas gol hingga waktu normal berakhir imbang dengan skor 4-4. Untuk menentukan pemenang, pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti.
Dalam momen penentuan tersebut, SMAN 7 Padang tampil lebih tenang dan memastikan kemenangan dengan skor 3-2.
Kemenangan ini sekaligus mengantarkan SMAN 7 Padang sebagai kampiun turnamen yang mempertemukan tim-tim terbaik tingkat SMA/sederajat dari berbagai kecamatan di Kota Padang.
Sementara itu, posisi juara ketiga diraih SMAN 2 Padang setelah menundukkan SMAN 1 Padang dengan skor 11-9 pada laga perebutan tempat ketiga.
Kejuaraan ini dilaksanakan melalui dana pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD Kota Padang, Manufer Putra Firdaus. Kegiatan tersebut secara resmi ditutup oleh Sekretaris Umum Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Kota Padang, Anton Rizal.
Dalam sambutannya, Anton Rizal menyampaikan bahwa kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi antar pelajar, tetapi juga bagian dari proses seleksi atlet bola tangan Kota Padang.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan untuk membentuk kerangka tim bola tangan Kota Padang dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang akan digelar Oktober mendatang,” ujarnya.
Menurutnya, melalui kompetisi tersebut, ABTI Kota Padang dapat memantau dan menjaring atlet-atlet potensial yang nantinya diproyeksikan memperkuat kontingen Kota Padang di ajang Porprov.
Ia menambahkan, setelah pelaksanaan kejuaraan kategori indoor, ABTI Kota Padang juga akan menggelar pertandingan bola tangan pantai (beach handball) pada Sabtu (14/2/2026) di kawasan Pantai Pasir Jambak.
Kegiatan itu diharapkan semakin memperluas pembinaan sekaligus meningkatkan minat generasi muda terhadap olahraga bola tangan.
Kejuaraan ini juga mendapat antusiasme tinggi dari peserta maupun pendukung yang memadati arena pertandingan. Sorak sorai suporter dari masing-masing sekolah menambah semarak suasana, terutama saat laga final harus ditentukan melalui adu penalti.
Panitia pelaksana menyampaikan bahwa turnamen ini merupakan bagian dari upaya pembinaan berjenjang di tingkat pelajar. Melalui kompetisi resmi, para atlet muda tidak hanya diasah kemampuan teknis dan fisik, tetapi juga ditanamkan nilai sportivitas, disiplin, dan kerja sama tim.
Selama pertandingan berlangsung, wasit dan perangkat pertandingan memimpin laga sesuai peraturan yang berlaku. Panitia juga memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan lancar sejak babak penyisihan hingga partai final.
Secara terpisah, melalui sambungan telepon seluler pada Kamis sore (12/2/2026), Ketua Umum KONI Kota Padang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kejuaraan tersebut. Ia menilai kegiatan seperti ini sangat penting dalam membangun fondasi pembinaan atlet sejak usia pelajar.
Menurutnya, kompetisi yang terstruktur dan berkelanjutan menjadi kunci dalam melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.
“KONI Kota Padang mendukung penuh kegiatan pembinaan seperti ini. Ajang antar pelajar merupakan wadah strategis untuk menjaring bibit atlet yang nantinya dapat dipersiapkan menghadapi Porprov dan kejuaraan lainnya,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara cabang olahraga, pemerintah daerah, sekolah, serta dukungan orang tua dalam membina atlet muda. Tanpa kolaborasi yang baik, proses pembinaan dinilai tidak akan berjalan optimal.
Lebih lanjut, ia berharap cabang olahraga bola tangan di Kota Padang terus berkembang dan mampu menyumbangkan prestasi bagi daerah pada ajang Porprov mendatang.
“Harapan kita tentu tidak hanya sekadar berpartisipasi, tetapi mampu meraih hasil maksimal dan mengharumkan nama Kota Padang,” tambahnya.
Dengan berakhirnya kejuaraan ini, hasil pemantauan dan evaluasi dari tim pelatih ABTI Kota Padang akan menjadi dasar dalam menyusun kerangka tim bayangan untuk menghadapi Porprov. Atlet-atlet yang dinilai menonjol akan dipanggil mengikuti pemusatan latihan dan pembinaan lanjutan.
Ke depan, penyelenggara berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan, sehingga kompetisi tingkat pelajar tidak hanya bersifat seremonial, melainkan benar-benar menjadi bagian dari sistem pembinaan olahraga yang terstruktur di Kota Padang.
Sumber: Afri Naldi.
Editor: Dedi Prima Maha Rajo Dirajo.


