Jokowi: Sudah Nggak Musim Asal Bapak Senang

192
Presiden Jokowi minta kepala daerah rajin turun ke lapangan untuk menghindari laporan Asal Bapak Senang (ABS). (Foto: BPMI Setpres).
Presiden Jokowi minta kepala daerah rajin turun ke lapangan untuk menghindari laporan Asal Bapak Senang (ABS). (Foto: BPMI Setpres).
Jabar, Radar BI | Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada seluruh kepada daerah untuk mengecek dengan benar data harga kebutuhan masyarakat ke lapangan. Hal itu ia sampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Kepala Daerah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah se-Indonesia 2023.

Jokowi mengatakan, “Jangan sampai, sudah enggak musim yang namanya ABS (Asal Bapak Senang), ‘gak ada yang naik pak’, ‘harga stabil pak’, saya langsung cek di lapangan,” ujar Presiden di Sentul, Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada hari Selasa, (17/01/2023).

BACA JUGA  Dua Pelaku Curanmor Kelompok Rumpin Ditangkap Polisi

Menurut Jokowi, langkah tersebut harus digalakkan agar pada kepala daerah tidak keliru membuat kebijakan. Sebab, kebijakan sekecil apa pun harus berbasis data dan fakta di lapangan.

Jokowi juga meminta agar kepala daerah waspada terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok. Khususnya harga beras.

“Apa yang naik di lapangan? Beras. Saya sudah dua hari lalu peringatkan Bulog masalah ini, karena di lapangan 79 daerah mengalami kenaikan yang tidak sedikit,” ucap Presiden.

BACA JUGA  Dampak UU Anti Deforestasi, Sawit Hingga Kopi RI Ditolak Uni Eropa

Temuan lainnya adalah kenaikan harga telur ayam di 89 daerah, kenaikan harga tomat di 82 daerah, dan kenaikan harga daging ayam ras di 75 daerah.

“Tolong bupati, wali kota, gubernur, sering-sering masuk pasar cek betul apa data yang diberikan sesuai fakta di lapangan,” kata Presiden.

Lebih lanjut, Presiden meminta kepada Badan Pusat Statistik di seluruh daerah untuk menginformasikan angka yang sesuai fakta di lapangan kepada kepala daerah.

BACA JUGA  Saat Farel Prayoga Goyang Panggung HUT ke-77 RI, Ibu Negara Pun Joget

Presiden juga mengimbau para kepala daerah agar berhati-hati terhadap penerapan tarif yang ditetapkan oleh keputusan kepala daerah.

“Saya berikan contoh saja, tarif PDAM (perusahaan daerah air minum), hati-hati. Kalau urusan listrik itu urusan kami, urusan BBM urusan kami, tapi daerah tarif angkutan misalnya tarif PDAM menentukan itu bisa menjadikan inflasi naik,” kata Presiden Jokowi. (ndt/hn/pr/um)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini