Beranda INFO POLRI Kriminalitas di Lumajang Mengalami Penurunan 14 Persen

Kriminalitas di Lumajang Mengalami Penurunan 14 Persen

Polres Lumajang menggelar konferensi pers terkait hasil kinerja yang selama.
Radar BI, Lumajang | Mendekati pergantian tahun, Polres Lumajang menggelar konferensi pers terkait hasil kinerja yang selama ini dilakukan oleh pihak Polres selama kurun waktu satu tahun.

Dalam konferensi pers yang dikemas dalam acara ngopi bareng awak media tersebut, Kapolres Lumajang, AKBP. Eka Yekti Hananto Seno mengatakan aksi kriminal di Lumajang mengalami penurunan sebesar 14 persen jika dibanding tahun sebelumnya (2020).

“Tahun 2020, laporan yang kami terima sebanyak 953 kasus. Dan tahun 2021, sebanyak 837 kasus, sedangkan yang telah berhasil diungkap sebanyak 133 kasus,” ujar Kapolres dalam keterangan persnya pada Jumat, 31 Desember 2021 petang di Mapolres Lumajang.

BACA JUGA  Ops Sikat Semeru 2021, Polres Pamekasan Tangkap 17 Tersangka Pelaku Kriminalitas
BACA JUGA  Penyidik Beri 26 Pertanyaan Kepada Roy Suryo

Di tahun ini, AKBP Eka Yekti menyebut jika aksi kriminalitas masih didominasi adanya tindakan pencurian dengan pemberatan atau curat. Setidaknya, selama tahun 2021, terdapat 31 kasus curat yang berhasil ditangani oleh Polres Lumajang. “Untuk kasus kedua, ialah curas dan curanmor,” bebernya.

Yang menarik adalah kasus narkotika, pihaknya telah berhasil melakukan penangkapan terhadap 93 tersangka yang terdiri dari pengedar, hingga produsen.

“Itu dari 81 perkara yang sudah kami tangani di tahun ini, jika kita lihat dari tahun 2020 ada peningkatan pengungkapan kasus narkotika, terlebih Polres Lumajang juga berhasil mengungkap produsen sabu, ini catatan penting di 2021,” jelas Kapolres.

BACA JUGA  Polres Lumajang Berhasil Tangkap 3 Pelaku Narkoba di Kunir
BACA JUGA  2 Spesialis Rumah Kosong Diringkus Polisi

Kapolres juga mengungkapkan terdapat beberapa kasus yang saat ini menjadi atensi bagi dirinya. Selain kasus BPUM Tegalrandu, ia menyebut jika kasus BPNT Sawaran sekarang sudah memasuki tahap penyelidikan oleh pihak Polres.

“Ada 8 kasus yang menjadi atensi. Beberapa diantaranya sudah selesai kita tangani, dan sisanya masih dalam tahap penyelidikan, termasuk perkara PKH Sawaran Kulon masih kita lakukan gelar perkara,” ungkap Kapolres.

Kapolres juga tidak menampik, bahwa masih ada kasus-kasus yang belum terselesaikan, namun pihaknya akan terus berupaya untuk dapat menyelesaikannya.

BACA JUGA  HUT Brimob ke-76, Kapolri: Kita Harus Ingat Pesan Bung Karno Warisi Apinya Jangan Abunya
BACA JUGA  Kasus Mafia Tanah, Kejati DKI Minta Polisi Kejar DPO Mafia Tanah Benny Tabalujan

“Itu masih menjadi beban tugas kami, akan kami upayakan secara maksimal untuk mengungkapnya,” tegas Kapolres.

Tak hanya soal kasus-kasus kriminal yang menjadi bahasan dari pers release akhir tahun 2021 kali ini, namun juga menyoal tentang penegakan hukum lalu lintas. Kapolres menyebutkan bahwa banyak upaya yang dilakukan dalam sosialisasi dan mengedukasi masyarakat untuk tertib berlalulintas, diantaranya razia kenalpot brong dan kendaraan Odol (Over Dimensi dan Over Load, red.).

“Knalpot brong tentunya menjadi perhatian kita semua, itu termasuk dalam polusi suara karena bising jika digunakan, selain itu kendaraan Odol menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas, bagaimana tidak, sering terjadi truk terbalik dan pecah ban gara-gara kelebihan muatan,”ulas AKBP Eka Yekti.

BACA JUGA  100 Hari Kinerja Kapolri, Sebanyak 1.864 Kasus Diselesaikan Melalui Restorative Justice
BACA JUGA  Dapatkan 2 Alat Bukti, Polda Jabar Tetapkan Bahar bin Smith Sebagai Tersangka

Kapolres juga mengulas, di tahun 2022 mendatang pihaknya akan bekerjasama dengan pihak terkait dalam penerapan ETLE atau tilang elektronik. Kapolres berharap sejak sekarang masyarakat wajib mentaati lalu lintas jika tidak ingin ditindak.

“Target kita tahun ini, ETLE diberlakukan di kabupaten Lumajang, jika tertangkap kamera CCTV saat melakukan pelanggaran lalu lintas tidak bisa lagi mengelak, yang berani coba-coba maka tunggu saja surat tilang akan sampai di alamat saudara,” ulas Kapolres.

Kapolres menyebutkan, pemberlakuan ETLE nantinya, untuk mengurangi interaksi antara pelanggar dan petugas lalu lintas di lapangan.

BACA JUGA  Persiapan MotoGP, Mantan Panglima TNI Marsekal (Purn) Hadi Tjahjanto Tinjau Sirkuit Mandalika
BACA JUGA  Polda Papua Siap Gelar Vaksinasi Massal, Ahmad Musthofa Kamal Ajak Masyarakat Sukseskan Kegiatan Ini

“Ya, tidak ada lagi suap menyuap petugas, dan tidak ada lagi kesempatan bernegosiasi,” tegasnya.

Selain persoalan keamanan, berbagai kegiatan selama tahun 2021 telah digencarkan oleh pihak Polres, mulai dari Program SAPA SAYA yang setiap anggota Polisi mengangkat dan merawat satu anak yatim piatu, trauma healing dan dukungan psikologi bagi korban bencana alam, serta sosialisasi pentingnya vaksinasi hingga gencaran vaksinasi covid-19 bagi warga Lumajang.

Hal ini dilakukan oleh Polres Lumajang untuk hadir melayani masyarakat dan dalam rangka mensukseskan program pemerintah guna menekan angka penularan covid-19.

“Di awal tahun 2021 lalu, saya menyampaikan bahwa masyarakat harus siap menghadapi pandemi Covid-19, kini terbukti angka penularannya telah dapat ditekan, resep utamanya adalah disiplin dalam penerapan protokol kesehatan 3 M, mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker.

BACA JUGA  Terpilih Suardi Datuk Rajo Bujang Sebagai Ketua KAN Pauh IX Kuranji, Berikut Ini Pesan Irwan Basir
BACA JUGA  Bocah 8 Tahun Hilang Terseret Ombak di Pantai Sodong Adipala

Dan tidak kalah pentingnya adalah melaksanakan vaksinasi. Saya sampai dengan hari ini mengimbau bagi warga Lumajang yang belum mendapat vaksin, kami sediakan gratis. Silahkan datang ke Gerai Vaksin yang kami gelar,” pungkas Kapolres.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaKasus Dugaan Ujaran Kebencian Bahar bin Smith, Polisi Periksa 50 Saksi dan 6 Barang Bukti
Artikel berikutnyaKapolda Riau Irjen. Pol. Muhammad Iqbal: Siap Bersinergi Memajukan Negeri Tanah Melayu