Beranda DAERAH Polisi Grebek Pabrik Narkoba dengan Metode Baru di Jatim

Polisi Grebek Pabrik Narkoba dengan Metode Baru di Jatim

Metode
Kapolres Lumajang, AKBP Eka Yekti Hannanto Seno.

Lumajang – Produsen narkoba rumahan di Lumajang Jawa Timur menggunakan metode baru dalam memproduksi sabu, yakni dengan teknik kocok dan masak. Metode ini belum pernah digunakan oleh produsen sabu sebelumnya.

Kapolres Lumajang AKBP. Eka Yekti Hannato Seno mengatakan, bahwa metode baru pembuatan narkotika jenis Sabu – sabu itu diketahui saat tim Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur melakukan olah TKP dan uji sampel bahan kimia pembuatan sabu – sabu di rumah tersangka Gita Yulianto berlokasi di Desa Wonogriyo, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Jumat (22/10/2021).

Ada empat lokasi yang dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), yakni satu di Kecamatan Tempeh dan tiga di Desa Wonogriyo Kecamatan Tekung. Polisi menemukan metode baru pembuatan sabu yang belum pernah dilakukan oleh produsen lainnya.

BACA JUGA  Resmikan Polsek Denut, Kapolda Bali Berharap Polsek Dapat Berikan Pelayanan Optimal Kepada Masyarakat
BACA JUGA  Antusias Masyarakat Maritim Serbu Vaksinasi Yang Diadakan Oleh Lanal Palembang

Kasubbid Labfor Narkoba Polda Jatim AKBP. Imamukti menjelaskan, bahwa pelaku mencampur sejumlah bahan kimia dalam satu botol lalu mengocoknya.

Metode itu dikenal dengan nama shake and bake atau kocok dan masak. Teknik itu memiliki kegagalan 50 persen dan berbahaya, karena bisa memicu ledakan, kebakaran dan mengeluarkan racun.

Sebelumnya, Kepolisian Resor Lumajang menggerebek dua rumah yang digunakan sebagai pabrik pembuatan sabu.

BACA JUGA  Kunker ke Polres Prabumulih, Kapolda Sumsel Akan Tindak Tegas Personel Polisi Yang Terjerat Kasus Narkoba
BACA JUGA  Zakat UPI YPTK Padang Ditargetkan Tuntas Dibagikan Baznas Rabu 12 Mei

Polisi mengangkap pembuat sabu sekaligus pemilik rumah, Gita Yulianto. Polisi juga menyita barang bukti sabu cair yang baru 80 persen jadi dan sejumlah bahan pembuatan sabu.

Polisi terus mengembangkan kasus itu untuk memburu mentor atau orang yang mengajari tersangka memproduksi barang haram narkotika jenis sabu – sabu. (Mulya)

Sumber: Divisi Humas Polri.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaPemuda dan Pemudi Desa Aliyan Rogojampi Siap Wujudkan Desa Bersih dari Narkoba
Artikel berikutnyaRaup Ratusan Juta Rupiah, Sindikat Penipuan dan Penggelapan Mobil Rental Diringkus Polres Pasuruan