Radar Berita Indonesia – Dalam rangka memperkuat keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Solok kembali menggelar operasi penggeledahan rutin pada kamar hunian warga binaan, Rabu malam (30/7).
Kegiatan Lapas IIB Solok yang berlangsung kondusif ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Adm Kamtib) Hartono, didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Pandu Puji Wibowo, serta melibatkan seluruh jajaran pengamanan.
Penggeledahan dilakukan menyeluruh dengan pendekatan humanis, menyasar setiap sudut kamar untuk mengantisipasi keberadaan barang-barang terlarang seperti alat komunikasi ilegal, benda tajam, dan barang lain yang berpotensi mengganggu ketertiban serta keselamatan.
“Kegiatan ini merupakan langkah preventif yang sudah menjadi agenda rutin dan terjadwal. Selain mendeteksi barang terlarang, ini juga menjadi bentuk pembinaan agar warga binaan senantiasa taat aturan,” jelas Hartono.

Sementara itu, KPLP Pandu Puji Wibowo menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus digelar secara konsisten demi menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa adanya perlawanan atau kendala berarti. Operasi ini diharapkan dapat memperkuat disiplin warga binaan sekaligus menjaga stabilitas keamanan di Lapas Kelas IIB Solok.
Komitmen Pembinaan dan Pencegahan Pelanggaran
Selain aspek keamanan, kegiatan penggeledahan malam ini juga menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian yang menekankan pentingnya hidup tertib dan menaati aturan selama menjalani masa pidana.
Pihak Lapas menegaskan bahwa tindakan preventif seperti ini akan terus dikombinasikan dengan pendekatan pembinaan berbasis kesadaran hukum, keagamaan, serta kegiatan produktif lainnya, demi mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan.
“Kami ingin membangun kesadaran kolektif di kalangan warga binaan bahwa mereka juga punya tanggung jawab menciptakan suasana yang aman dan nyaman. Disiplin adalah bagian dari proses pembinaan itu sendiri,” tambah Hartono.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Kepala Lapas Kelas IIB Solok, Jepri Ginting, A.Md.I.P., SH,. MH yang menekankan pentingnya sinergi antara petugas dan warga binaan dalam menciptakan lingkungan yang sehat secara mental dan sosial.
“Tidak ada toleransi bagi pelanggaran, tapi kami juga membuka ruang dialog dan pembinaan. Pendekatannya harus berimbang: tegas dalam aturan, humanis dalam pelaksanaan,” ujar Kalapas Jepri Ginting dalam keterangannya terpisah, pada hari Jum’at 1 Agustus 2025.
Dampak Positif Operasi Rutin
Sejak diterapkannya penggeledahan rutin secara berkala, tercatat penurunan signifikan terhadap temuan barang terlarang di dalam lapas. Hal ini menunjukkan mulai tumbuhnya kesadaran kolektif warga binaan untuk tidak melanggar aturan.
Selain itu, keterlibatan seluruh jajaran petugas dalam operasi malam ini menjadi cerminan kuatnya komitmen institusi pemasyarakatan untuk terus menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.


