Sumbar, Radar Berita Indonesia – Sosok Yassierli menjadi bukti nyata bahwa perpaduan nilai keislaman, adat Minangkabau, dan pendidikan tinggi mampu melahirkan pemimpin nasional yang berdampak luas.
Yassierli lahir dan besar di lingkungan yang menjunjung tinggi ilmu dan iman, ia kini dipercaya mengemban amanah sebagai Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Prof. Dr. Yassierli lahir pada 22 April 1976 di Padang, sebagai anak kelima dari tujuh bersaudara dalam keluarga akademisi Minangkabau. Ayahnya, Syamsuar Ahmad (alm.), berasal dari Pagaruyung, Tanah Datar.
Sementara ibunya, Rusni Syoeib, merupakan pensiunan dosen di Universitas Negeri Padang (dahulu IKIP Padang). Lingkungan keluarga yang kuat dalam pendidikan membentuk karakter disiplin dan semangat belajar sejak dini.
Yassierli menempuh pendidikan dasar hingga menengah di sekolah unggulan di Padang, sebelum melanjutkan studi ke Institut Teknologi Bandung (ITB).
Di kampus tersebut, ia meraih gelar Sarjana Teknik Industri (1993-1997), Magister Teknik dan Manajemen Industri (1998-2000), dan kemudian melanjutkan studi doktoral di Virginia Tech dengan spesialisasi Industrial and Systems Engineering, yang diselesaikan pada 2005.
Karier Yassierli dimulai sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Teknologi Industri ITB sejak 1998. Fokus risetnya meliputi ergonomi industri, rekayasa kerja, dan keselamatan serta kesehatan kerja (K3). Atas dedikasinya, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar pada 2018.
Selain itu, ia pernah menjabat Ketua Perhimpunan Ergonomi Indonesia (2015–2021) dan memimpin jaringan ergonomi Asia Tenggara (SEANES), sekaligus aktif sebagai konsultan dalam peningkatan produktivitas tenaga kerja.
Pada 21 Oktober 2024, Presiden Prabowo Subianto melantik Yassierli sebagai Menteri Ketenagakerjaan dalam Kabinet Merah Putih. Penunjukan ini menandai transisi penting dari dunia akademik ke panggung kebijakan publik nasional.
Sebagai Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli mendorong transformasi sektor tenaga kerja melalui peningkatan kompetensi berbasis pelatihan vokasi, sertifikasi tenaga kerja, serta penguatan standar keselamatan kerja.
Ia juga fokus mengembangkan Balai Latihan Kerja di berbagai daerah guna menjawab tantangan industri modern dan meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia.
Perjalanan Yassierli mencerminkan filosofi Minangkabau “adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah”, di mana nilai agama dan adat menjadi fondasi dalam meraih kesuksesan.
Dari surau sebagai pusat pembinaan spiritual hingga ruang kelas dan laboratorium, ia menunjukkan bahwa etos kerja, pendidikan, dan integritas dapat membawa perubahan nyata.
Kisah Prof. Dr. Yassierli menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya perantau Minang, bahwa keberhasilan bukan hanya tentang meraih pencapaian pribadi, tetapi juga tentang kontribusi nyata bagi bangsa.
Dengan memegang teguh nilai iman, ilmu, dan kerja keras, setiap individu memiliki peluang untuk menjadi agen perubahan di tingkat nasional maupun global.
Penulis: Dedi Prima Maha Rajo Dirajo.


