Beranda DAERAH Lebaran Hari Kedua, Kematian Akibat Covid-19 di Yogyakarta Naik 3 Kali Lipat...

Lebaran Hari Kedua, Kematian Akibat Covid-19 di Yogyakarta Naik 3 Kali Lipat Dalam Sepekan

Kematian
Kasus kematian akibat virus corona (Covid-19) yang ditemukan bertepatan lebaran hari kedua pada hari Jumat, (14/05/2021) di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melonjak tiga kali lipat lebih dibanding lebaran hari pertama Idul Fitri 1442 H.

“Penambahan kasus meninggal dunia akibat (Covid-10) hari ini sebanyak 13 kasus, sehingga total kasus meninggal dunai menjadi 1.058 kasus,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY Berty Murtiningsih pada hari Jumat.

Pada lebaran pertama Idul Fitri 1442 H, kasus kematian yang ditemukan di DIY sebanyak empat orang.

BACA JUGA  Bangkitkan Ekonomi, Kapolri Dorong Inovasi UMKM di Tenggah Pandemi Covid-19

Berty Murtiningsih membeberkan 13 kasus kematian itu, di antaranya 10 orang berdomisili di Kabupaten Sleman, dua orang berdomisili di Kabupaten Bantul, dan satu orang dari Kabupaten Kulon Progo, wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kasus kematian kali ini tak hanya melanda para lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun, namun ada juga yang masih usia produktif.

BACA JUGA  Densus 88 Anti Teror Bakal Segera Pindahkan 22 Tersangka Teroris JI Jawa Timur ke Jakarta

“Untuk kasus di Kulon Progo yang meninggal dunia seorang laki-laki berusia 38 tahun dan di Sleman ada laki-laki berusia 48 tahun” ujar Berty.

Lebih lanjut, Berty Murtiningsih menjelaskan dalam kasus baru di DIY ini, pada Jumat penambahannya di bawah 100 kasus, yakni 97 kasus. Ini merupakan penambahan paling sedikit dibanding sepekan terakhir yang angkanya fluktuatif antara 100-250 kasus per harinya.

BACA JUGA  Polri Bongkar Sindikat Jual Beli Surat Bebas Covid-19

Total kasus terkonfirmasi virus corona (Covid-19) di DIY sendiri menjadi 41.777 kasus dengan total kasus sembuh sebanyak 38.102 kasus.

Perkembangan kasus Covid-19 di DIY pada momentum lebaran ini masih diwarnai kemunculan klaster baru, yakni di Kabupaten Kulon Progo, tepatnya Kecamatan Kokap yang hingga 13 Mei telah menulari 62 orang.

Penyebaran kasus dari klaster yang disebut Klaster Sangon itu, tersebar ke beberapa titik penularannya, di antaranya di Pedukuhan Sangon I sebanyak 43 orang, Pedukuhan Kadigunung 15 orang, Pedukuhan Tapen 2 orang, dan Pedukuhan Tlogolelo 2 orang.

BACA JUGA  Temuan BPK RI Rp.150 Miliar Dana Covid-19 Sumbar, Novia Hertini: Bantah Tudingan Terkait Penyedia Hand Sanitaizer

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulon Progo, Baning Rahayujati menyatakan dari keseluruhan klaster di Kulon Progo itu, yang mendapat perawatan di RSUD Wates sebanyak 2 orang dan 1 orang dirawat di RSUD Nyi Ageng Serang Kulon Progo.

“Sedangkan sisanya menjalani isolasi mandiri dengan 90 persen bergejala ringan,” pungkasnya.

Facebook Comments