Beranda INFO POLRI Mata Sekum FPI Munarman Ditutup, Polri: Sesuai SOP Penangkapan Tersangka Teroris

Mata Sekum FPI Munarman Ditutup, Polri: Sesuai SOP Penangkapan Tersangka Teroris

Munarman
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes. Pol. Dr. Ahmad Ramadhan, S.H., M.H., M.Si.
Densus 88 Antiteror menangkap eks Sekretaris Umum (Sekum) FPI, Munarman terkait dugaan mengarahkan orang lain untuk berbaiat teroris. Polri mengatakan penangkapan Munarman sudah sesuai standar operasinal prosedur (SOP) termasuk wajah Munarman ditutup saat digiring ke Polda Metro Jaya.

“Ada dua hal yang perlu saya jelasin. Pertama, Munarman waktu ditangkap statusnya sebagai tersangka.

Kedua, matanya ditutup, itu standar penangkapan terhadap tersangka teroris yang ditangkap,” ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes. Pol. Dr. Ahmad Ramadhan, S.H., M.H., M.Si saat dihubungi pada hari, Rabu (28/04/2021).

“Dengan pertimbangan kejahatan teror adalah kejahatan terorganisir yang jaringannya luas. Penangkapan satu jaringan akan membuka jaringan-jaringan yang lainnya,” sambungnya.

BACA JUGA  Polri Bersama Interpol Buru Benny Tabalujan Kasus Mafia Tanah

Selain itu, Kombes. Pol. Ramadhan mengungkapkan bahaya dari kelompok teror yang ada di sekeliling si tersangka teroris. Maka dari itu, mata Munarman ditutup supaya tidak bisa mengenali identitas petugas yang menangkapnya.

Pertimbangan kedua, sifat bahaya dari kelompok teror yang bisa berujung pada ancaman jiwa petugas lapangan. Maka, untuk mengamankan jiwa petugas lapangan, standarnya, baik yang ditangkap maupun yang menangkap ditutup wajahnya.

Supaya tersangka tidak bisa mengenali wajah petugas, sehingga identitas petugas terlindungi. Ini perlindungan terhadap petugas yang menangani kasus terorisme, papar Kombes Ramadhan.

BACA JUGA  Ada 109 Check Point di Indonesia, Kakorlantas Polri: Sebanyak 1,5 Juta Pemudik Masuk ke Jakarta

Selain itu, Kombes. Pol. Ramadhan membeberkan penutupan mata terhadap tersangka teroris sudah menjadi standar penanganan internasional. Di negara mana pun, lanjut dia, tersangka teroris pasti diperlakukan seperti itu.

“Ini standar penanganan internasional. Di negara mana pun penangkapan tersangka teroris seperti itu. Diberlakukan standar internasional untuk penanganan terorisme,” terangnya.

Dengan demikian, Kombes Ramadhan menyebut, baik petugas maupun tersangka harus ditutup wajah maupun matanya. Ramadhan menegaskan pihaknya selalu menerapkan asas persamaan di mata hukum, termasuk kepada Munarman.

BACA JUGA  Polri: Belum Ada Saksi Melihat Keberadaan Harun Masiku

“Petugas ditutup wajahnya, yang ditangkap ditutup matanya. Dan semua tersangka terorisme, diperlakukan sama. Kita menerapkan asas persamaan di mata hukum,” imbuh Ramadhan.

Sumber: Divisi Humas Polri.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaPolri Kirim Tim DVI Untuk Identifikasi Pencarian Jenazah KRU KRI Nanggala 402
Artikel berikutnyaPerintahkan Terus Kejar, Kapolri: Negara Tidak Boleh Kalah Dengan KKB di Papua