Senin, Mei 20, 2024
No menu items!

Meta Bakal PHK 12.000 Karyawan Facebook

Must Read
Radar BI | Meta Platforms Inc. tampaknya tidak kuasa untuk menahan kemelut kinerja bisnis di tengah kondisi ekonomi yang melorot. Perusahaan teknologi yang bermarkas di Amerika Serikat itu dikabarkan akan memangkas jumlah karyawan Facebook secara besar-besaran.

Mashable mengabarkan, Senin (10/10/2022), CEO Meta, Mark Zuckerberg, menyatakan akan melakukan restrukturisasi terhadap 15 persen karyawan Facebook.

Menurutnya, Meta akan memangkas bujet di semua departemen dan anak perusahannya, termasuk Facebook, Instagram, dan WhatsApp, dari segi kinerja keuangan, kata Zuckerberg.

Itu berarti kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) ini akan menyasar sekitar 12.000 karyawan. Namun, karyawan Facebook sebenarnya telah diperingatkan soal kebijakan efisiensi ini.

BACA JUGA  Bupati Eka Putra Lantik 11 Penjabat Wali Nagari, Berikut Namanya

Chief Enginer Facebook, Maher Saba, dilaporkan telah meminta para manajer perusahaan untuk mengidentifikasi karyawan di tim mereka yang “berkinerja buruk” pada Juli lalu.

Menurut sumber Business Insider yang mengetahui informasi soal PHK dari seorang karyawan Facebook, manajemen telah memberitahukan kepada pekerja bahwa mereka perlu mencari pekerjaan di tempat lain.

Sementara itu, Mark Zuckerberg belum lama ini menyatakan bahwa perusahaan telah mengambil kebijakan penghentian perekrutan karyawan baru. Bahkan, perusahaan bisa jadi akan menempuh langkah restrukturisasi

BACA JUGA  Seorang Pendaki Gunung Slamet di Purbalingga Meninggal Dunia

“Saya berharap ekonomi akan lebih stabil sekarang, tetapi dari apa yang kami lihat sepertinya belum, jadi kami ingin merencanakan agak konservatif,” kata Zuckerberg, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Dilansir dari Fortune Indonesia. Menurutnya, Meta akan memangkas bujet di semua departemen dan anak perusahannya, termasuk Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

Dari segi kinerja keuangan, kata Zuckerberg, selama 18 tahun Facebook hadir, perusahaan berhasil membukukan pertumbuhan. Namun, angka penjualan dan pendapatan dari kuartal terakhir telah melambat.

BACA JUGA  Tenteng Senpi Rakitan, Seorang Pria Berhasil Diciduk Polisi

Di lain sisi, bisnis Meta menghadapi ganjalan menyusul kehadiran TikTok, aplikasi video pendek Bytdance, meski perusahaan itu masih mendominasi pasar periklanan seluler.

Berdasarkan data dari Google Finance, saham Meta saat artikel ini ditulis hanya mencapai US$133,45 atau turun 60,58 persen sejak awal tahun (year-to-date/ytd).

Meta tentu bukan satu-satunya perusahaan teknologi yang tengah bergejolak. Sebelumnya, Google dan Microsoft telah mengeluarkan peringatan keras bagi karyawannya untuk meningkatkan produktivitas.

Dua perusahaan itu dikabarkan telah melakukan pemotongan anggaran, serta menyetop perekrutan pegawai baru.

Iklan

Latest News

Pasca Bencana Banjir Bandang di Sumbar, Wagub: Tagana Garda Terdepan Kemensos dalam Membantu Korban Bencana

Batusangkar, Radar BI | Kondisi bebatuan sekitar Marapi yang rapuh, kelerengan yang terjal dan curah hujan tinggi membuat daerah...

Artikel Lain Yang Anda Suka