Tondano, Radar Berita Indonesia – Pelaksanaan Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) PDI Perjuangan Sulawesi Utara yang digelar di Hotel Yama, Tondano, Kabupaten Minahasa, pada Selasa (23/12/2025), menjadi momentum strategis dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menegaskan soliditas internal partai berlambang banteng moncong putih tersebut di Bumi Nyiur Melambai.
Forum tertinggi partai di tingkat daerah ini secara bulat kembali menetapkan Olly Dondokambey sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara.
Penetapan tersebut mencerminkan kepercayaan penuh kader terhadap kepemimpinan Olly untuk kembali menakhodai PDI Perjuangan Sulut dalam periode kepengurusan lima tahun ke depan, 2025-2030.
Penetapan Olly Dondokambey bukan sekadar keputusan organisatoris, melainkan bentuk pengakuan atas rekam jejak, konsistensi ideologis, serta keberhasilannya menjaga PDI Perjuangan tetap menjadi kekuatan politik dominan di Sulawesi Utara.
Sosok Olly yang juga menjabat Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan dan mantan Gubernur Sulawesi Utara dua periode dinilai memiliki kapasitas, pengalaman, serta kepemimpinan yang kuat dalam mengelola partai di tengah dinamika politik nasional dan daerah.
Usai pelaksanaan Konferda Konfercab, Olly Dondokambey memimpin langsung prosesi pengukuhan, pengambilan sumpah, dan janji jabatan Pengurus DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Sulawesi Utara masa bakti 2025-2030.
Prosesi berlangsung khidmat, tertib, dan sarat semangat kebersamaan, menandai dimulainya kerja kolektif kepengurusan baru dalam mengawal arah perjuangan partai.
Pengukuhan kepengurusan ini menjadi simbol kokohnya konsolidasi internal sekaligus peneguhan posisi PDI Perjuangan sebagai kekuatan politik utama di Sulawesi Utara, yang selama ini dikenal sebagai salah satu basis strategis PDI Perjuangan di kawasan Indonesia Timur.
Dalam sambutannya, Olly Dondokambey menegaskan bahwa kekuatan sejati Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan terletak pada disiplin organisasi, loyalitas ideologi, dan kerja nyata bersama rakyat.
Ia menekankan bahwa struktur partai tidak boleh hanya bersifat administratif, melainkan harus menjadi alat perjuangan yang hidup, responsif, dan hadir langsung di tengah masyarakat.
“Pengurus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan harus hadir di tengah rakyat, mendengar aspirasi mereka, dan bekerja sungguh-sungguh untuk kepentingan rakyat. Konsolidasi partai bukan sekadar membangun struktur, tetapi memastikan kehadiran partai benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Olly.
Lebih lanjut, Olly menegaskan bahwa Sulawesi Utara memiliki posisi strategis dalam peta politik nasional PDI Perjuangan.
Oleh sebab itu, kepengurusan yang baru dikukuhkan diminta untuk menjaga soliditas hingga ke akar rumput, memperkuat kerja kaderisasi, serta mengawal kemenangan politik partai secara berkelanjutan.
Kegiatan Konferda–Konfercab ini turut dihadiri jajaran pengurus partai, kader PDI Perjuangan dari seluruh kabupaten dan kota se-Sulawesi Utara, serta sejumlah undangan.
Nuansa kebersamaan, militansi kader, dan semangat gotong royong tampak kuat sepanjang kegiatan, mencerminkan soliditas internal partai.
Dengan rampungnya seluruh rangkaian Konferda-Konfercab dan dikukuhkannya kepengurusan baru, PDI Perjuangan Sulawesi Utara optimistis mampu terus menjaga kepercayaan rakyat, memperkuat peran politik, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah dan bangsa sesuai dengan nilai-nilai perjuangan partai.
Penulis: Robby Sigar – Jurnalis Sulut.
Redaksi: Radar Berita Indonesia, Jakarta.


