Rabu, April 17, 2024
No menu items!

Pemerintah Resmi Menambah Kuota BBM Pertalite dan Solar

Must Read
Jakarta, Radar BI | Pemerintah resmi menambah kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar subsidi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.

Kepala BPH Migas, Erika Retnowati, mengatakan penambahan kuota Pertalite mencapai 6,86 juta kiloliter (KL) dari kuota awal 23,05 juta KL. Sedangkan untuk BBM Solar subsidi, dari kuota awal tahun ini sebanyak 15,1 juta KL, ditambah 2,73 juta KL.

“Dengan kondisi perekonomian yang membaik pasca Covid-19, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) baik Solar maupun Pertalite mengalami lonjakan, sehingga jika tidak ditambah kuotanya akan habis pada pertengahan Oktober 2022 untuk Pertalite dan pada pertengahan November untuk Solar.

Penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar subsidi berlaku sejak 1 Oktober 2022”, ujar Erika dalam keterangan resminya, dikutip pada hari Rabu (5/10/2022).

BACA JUGA  Tinjau Bakti Negeri Akabri 2001, Kapolri Tekankan Vaksinasi Hingga Waspadai Pintu Masuk Negara

Meski ada penambahan kuota, Erika mengatakan penggunaan bahan bakar minyak subsidi tepat sasaran tetap harus disosialisasikan dan digencarkan. Dus, mereka yang bukan golongan masyarakat tidak mampu perlu diwajibkan menggunakan BBM nonsubsidi.

Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting, menyambut positif keputusan penambahan kuota dari pemerintah. Sebagai badan usaha yang mendapat penugasan pendistribusian bahan bakar minyak subsidi, tambahan kuota membuat Pertamina dapat memberikan kepastian ketersediaan Pertalite dan Solar kepada khalayak luas.

“Hal ini tentu saja menjadi berita yang baik untuk masyarakat, tidak perlu mengkhawatirkan ketersediaan Pertalite dan Solar. Penambahan ini diharapkan akan dapat mencukupi kebutuhan masyarakat sampai akhir tahun” ujarnya.

Hingga 30 September 2022 (unverified) realisasi solar subsidi telah mencapai 85,81 persen atau 12,96 Juta KL dari kuota 15,10 Juta KL, sedangkan pertalite 95,32 persen atau 21,97 Juta KL dari kuota 23,05 Juta KL.

BACA JUGA  Penghasilan Ratusan Miliar Per Tahun, Berikut Ini 10 YouTuber Terkaya di Dunia

Jamin kualitas bahan bakar minyak tidak turun
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Tutuka Ariadji, mengatakan pemerintah juga akan terus menjamin kualitas BBM dengan melakukan pengujian teknis atas standar dan mutu khususnya untuk Pertalite. Pernyataan ini dia sampaikan untuk menanggapi isu bahwa Pertalite menjadi lebih boros usai kenaikan harga.

Sebelumnya, kata Tutuka, pemerintah telah meminta LEMIGAS untuk melakukan pengujian standar dan mutu dari Pertalite sesuai Keputusan Direktur Jenderal (Kepdirjen) Migas No. 0486.K/10/DJM.S/2017 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) BBM Jenis Bensin RON 90 yang Dipasarkan di Dalam Negeri.

Sampel BBM jenis Pertalite telah diambil langsung oleh Tim LEMIGAS pada beberapa SPBU di Jakarta untuk dilakukan pengujian demi mendapatkan kepastian mutu.

BACA JUGA  Satgas BLBI, Polri Sita Aset Senilai Rp 5,9 Triliun

Pada tahap awal, ada 6 SPBU di wilayah Jakarta yang diambil sampelnya, yaitu SPBU Lenteng Agung, SPBU Taman Mini (2 SPBU), SPBU Abdul Muis, SPBU Sunter dan SPBU S. Parman.

“Sampel BBM Pertalite tersebut kemudian diuji di Balai Besar Pengujian Migas LEMIGAS Direktorat Jenderal Migas dengan prosedur dan standar pengujian yang baku untuk 19 parameter uji,” kata Tutuka.

Hasil pengujian sampel BBM Pertalite di 6 SPBU tersebut menunjukkan produk telah memenuhi standar dan mutu (spesifikasi) BBM jenis bensin RON 90 yang dipasarkan di dalam negeri sebagaimana Keputusan Dirjen Migas Migas No. 0486.K/10/DJM.S/2017.

“Dengan ini tidak terindikasi adanya batasan mutu off-spec. Semuanya on-spec,” ujar Dirjen Migas.

Sumber: Fortune Indonesia.

Iklan

Latest News

Brimob Polri dan TNI AL Bentrok di Pelabuhan Sorong, 5 Personil Terluka

Radar Berita Indonesia | Bentrokan terjadi antara Brimob Polri dengan prajurit TNI Angkatan Laut (AL) di Pelabuhan Sorong, Papua...

Artikel Lain Yang Anda Suka